Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Diduga Terkait Isu Begu Ganjang Rumah Sento di Tapteng Dirusak Massa

* Sejumlah Barang dan Uang Hilang
- Selasa, 01 September 2015 19:10 WIB
485 view
Diduga Terkait Isu Begu Ganjang Rumah Sento di Tapteng Dirusak Massa
SIB/Helman Tambunan, SH
DIRUSAK MASSA: Rumah Sento Tambunan (60) yang dirusak massa pada Minggu (30/ 8) dini hari sekira, pukul 01.00 WIB.
Tapteng (SIB)- Rumah Sento Tambunan (60) di Desa Sipange Kecamatan Tukka Kabupaten Tapanuli Tengah, dihancurkan massa, Minggu (30) dini hari, sekira pukul, 01.00 WIB. Rumah yang berdindingkan papan itu dirusak, begitu juga dengan benda-benda yang ada di dalam rumah, seperti lemari, kursi, meja, televisi, parabola, meteran listrik dan sebagainya. Bahkan sejumlah barang dinyatakan hilang.

Belum jelas apa penyebab massa beringas, namun informasi yang dihimpun SIB dari lokasi, Senin (31/8), massa beringas dikarenakan merebaknya isu begu ganjang. Pihak polisi masih mendalami kejadian itu, beberapa orang sudah dimintai keterangan, termasuk korban, Sento Tambunan dan keluarganya yang saat itu sedang berada di dalam rumah.

Dari amatan SIB, rumah Sento sangat rusak parah. Ratusan batu, kayu bulat tampak di dalam rumah. Begitu juga di atap seng, ada sejumlah batu yang mungkin sisa lemparan. Rumah tersebut sudah diberi garis polisi dan beberapa personil juga terlihat berjaga-jaga.

Sento Tambunan (60) didampingi Ketua Generasi Muda Silahisabungan Tapteng, Parlaungan Silalahi SH, yang dikonfirmasi SIB di Kantor Polsek Pandan, Senin siang, mengatakan malam itu dirinya baru pulang dari kedai tuak, sekira pukul 11.30 WIB. Namun beberapa saat setelah melepas penat dan menonton siaran tv, dia mendengar lemparan batu yang bertubi-tubi dari arah belakang dan muka.

Spontan istrinya, Letti Rasmina br Tarihoran (52), anaknya, Raisandi br Tambunan (31), cucunya, Rimay Hutagalung (6) dan Riskan Hutagalung (1) disuruh keluar ke tempat keluarga. Sementara dirinya mengambil senter dan parang mengejar pelaku ke belakang. Dia melihat ada 6 orang laki-laki di belakang rumah, 5 orang di antaranya tidak dikenal, namun 1 orang lagi dikenalnya.

Merasa khawatir akan keselamatannya akibat lemparan batu, Sento segera mengasingkan diri menuju rumah keluarganya. Malam itu juga mereka membuat laporan ke Polsek Pandan.

Besoknya, Minggu pagi, Sento melihat rumahnya sudah hancur dan beberapa barang yang ada di dalam rumah hilang, seperti padi 10 karung, uang Rp 2 juta yang dikirim anaknya dari Kalimantan karena ingin menikah November ini dan kompor gas.

Ditanya terkait isu begu ganjang, Sento dengan tegas membantahnya. “Tidak ada begu ganjang, apa itu begu ganjang,” katanya. Dia juga mengaku tidak pernah keluar malam, apalagi istrinya. Namun karena di rumah tidak ada kamar mandi, kalau mau buang air kecil harus keluar rumah.

Tetapi Sento juga tidak tahu apa penyebab rumahnya dihancurkan massa, karena setahu dia tidak ada perselisihan dengan tetangga maupun masyarakat desa. “Saya bingung, saya tidak tahu mengapa jadi begini,” ucapnya.

Salah satu tetangga korban yang ditanyai SIB, boru Pasaribu, yang kebetulan ada di rumah saat itu mengatakan dirinya sangat terkejut begitu mendengar ada suara lemparan batu ke rumah, Sento. Karena ketakutan, dia menelepon anaknya yang bekerja di Telkomsel Sibolga untuk datang menjemputnya. “Kami sangat ketakutan dan tidak berani keluar rumah,” kata boru Pasaribu.

Kanit Reskrim, Ipda Roy  Panjaitan didampingi KBO Reskrim Polres Tapteng, Iptu Herman Ginting yang dikonfirmasi di Polsek Pandan mengatakan sudah memanggil, Parnasipan Hutagalung sebagai saksi. Parnasipan Hutagalung bekerja di Telkomsel  dan bermaksud ingin menjemput ibunya, boru Pasaribu yang ketakutan.

Parnasipan juga turut membuat laporan polisi karena mobil Telkomsel yang dikemudikannya di rusak warga. “Ada kerusakan di bagian kaca, karena ditonjok warga,” kata Kanit.

Kapolsek Pandan AKP Ahmad Yani Nasution kepada SIB mengatakan masih terus mendalami kasus pengrusakan tersebut, sejumlah saksi sudah diperiksa. (E05/q)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru