Langkat (SIB)- Populasi ayam pedaging di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, terus meningkat, hingga pertengahan Agustus sudah mencapai 4.361.292 ekor, yang tersebar di 15 kecamatan dari 23 kecamatan yang ada di daerah itu.
"Potensi ayam pedaging sangat besar, dan kebutuhan selalu tercukupi," kata Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Langkat melalui Kepala Bidang Produksi Agustawan Karnajaya, di Stabat, Kamis (27/8).
Kecamatan yang potensi ayam pedagingnya cukup besar seperti Selesai 1.472.508 ekor, Kuala 1.006.220 ekor, Salapian 623.498 ekor, Stabat 510.873 ekor dan Tanjungpura 222.922 ekor, katanya.
"Kebutuhan ayam pedaging ini selain untuk konsumsi Langkat sendiri, juga dikirimkan ke berbagai seperti Kota Binjai, Kota Medan, maupun daerah lainnya," sambungnya.
Selain ayam pedaging, peternak di daerah ini juga mengembangkan ayam buras yang populasinya sekarang ini sudah 1.268.230 ekor, yang juga tersebar di 23 kecamatan yang ada di daerah ini.
Yang terbanyak pengembangan ayam buras ini berada di Kecamatan Tanjungpura 223.996 ekor, Kecamatan Secanggang 163.976 ekor, Sei Bingei 115.254 ekor, dan Kecamatan Stabat 100.610 ekor.
Agustawan mengungkapkan untuk ayam buras ini pengembangannya oleh peternak dalam rangka menambah pendapatan keluarga, biasanya ayam buras dini diperjualbelikan di berbagai pasar tradisional, untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Daerah ini juga mengembangkan ayam petelur populasinya mencapai 3.540.875 ekor, dimana ayang terbanyak di Kecamatan Selesai mencapai 3.005.044 ekor.
Termasuk juga itik sekarang ini ada 254.165 ekor, itik manila 184.803 ekor, puyuh 18.180 ekor dan merpati 2.048 ekor.
"Khusus untuk pengembangan itik manila, ada kecenderungan terus meningkat, karena dagingnya bisa dipasarkan di berbagai rumah makan, maupun restoran yang ada di daerah ini," katanya.
(Ant/d)