Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026
Terkait Dugaan Sejumlah Proyek Salah Perencanaan

Ketua FPB DPRD Tebingtinggi Minta SKPD Pilih Konsultan Profesional

- Selasa, 01 September 2015 19:36 WIB
267 view
Ketua FPB DPRD Tebingtinggi Minta SKPD Pilih Konsultan Profesional
Edy Saputra
Tebingtinggi (SIB)- Terkait dugaan adanya sejumlah proyek di Tebingtinggi yang kurang cermat dalam perencanaan dan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), Ketua Fraksi  Persatuan Bangsa DPRD Kota Tebingtinggi  Edy Saputra  yang  duduk di Komisi I meminta agar SKPD di jajaran Pemko Tebingtinggi lebih profesional dalam menghunjuk konsultan perencanaan di TA 2015

“Mengingat biaya konsultan di TA 2014 tidak sedikit hingga mencapai Rp 5 miliar hingga Rp 6 miliar untuk keseluruhan, saya berharap pembagunan harus tepat sasaran. Saya tidak menuding semua konsultan tidak profesional, namun saya tidak pungkiri bahwa di lapangan ada temuan-temuan pekerjaan  kelemahannya sudah  salah dari  perencanaan,” jelas Edy Saputra kepada SIB, Senin (31/8)

“Tugas konsultan perencanaan adalah mengadakan penyesuaian keadaan lapangan dengan keinginan pemilik bangunan, lalu membuat gambar kerja pelaksanaan, membuat rencana anggaran biaya, membuat rencana kerja dan syarat-syarat pelaksanaan bagunan (RKS) sebagai pedoman pelaksanaan dan lain-lainnya, lah kalau ada yang kurang kan siapa yang disalahkan ya konsultannyalah”, jelasnya.

Tanpa merinci dengan  jelas objek proyek yang  perencanaannya diduga menyala, dirinya hanya ingin mengigatkan agar hal yang sama tidak terjadi di APBD Tahun 2015. “Dalam hal ini kita selaku anggota DPRD sesuai fungsi kita dalam pengawasan, saya mencoba   mengigatkan SKPD untuk lebih profesional dalam menghunjuk konsultan perencanaan, ya kalau SKPD bandel tidak mau dibilangi apa boleh buat,” cetusnya

Menurut dia  saat rapat komisi dengan SKPD dalam pembahasan Ranperda pertanggung jawaban pelaksanaan APBD TA 2014 menjadi Perda, pihaknya menemukan ada pekerjaan di  SKPD yang diduga sudah salah sejak perencanaan dan lebih ironisnya lagi juga ada ditemukan pekerjaan setelah selesai dikerjakan bukan bermanfaat bagi masyarakat malah lebih parah akibat yang ditimbulkannya”, Kan itu aneh”, sebutnya.

 â€œUang proyek itu kan uang rakyat, kalau penggunaannya kurang tepat sasaran yang rugi siapa kan rakyat. Benar proyek itu dikerjakan rekanan sesuai RAB tapi fungsinya salah kan gak bagus juga,” tambahnya lagi. (C17/c)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru