Pematangsiantar (SIB)- Aksi demo buruh di Ibu Kota dan daerah-daerah lainnya,menuntut agar tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal dan kenaikan upah di Tahun 2016, ternyata tidak menjalar di Kota Pematangsiantar.
Buruh-buruh Kota Pematangsiantar memilih untuk tidak melakukan aksi turun ke jalan, dan para buruh bekerja seperti biasanya.
Hal itu diutarakan Ramlan Sinaga, Ketua Serikat Buruh Solidaritas Indonesia Kota Pematangsiantar saat berbincang di Jalan Cipto ,Selasa (1/9).Ramlan mengatakan buruh di Pematangsiantar adalah pekerja keras. “Saat ini kawan-kawan sedang bekerja semua," ujarnya
Selain itu, kata Ramlan, membuat buruh diPematangsiantar tidak melakukan aksi turun ke jalan, adalah tidak adanya instruksi dari organisasi buruh di pusat. "Kita belum ada instruksi untuk melakukan aksi hari ini, makanya kita memilih untuk bekerja seperti biasa"tukasnya
Ia menuturkan bahwa penurunan nilai mata uang saat ini berpengaruh bagi daya beli buruh di kota Pematangsiantar. "Kalau penurunan daya beli, dari terpuruknya rupiah memang dirasakan kawan-kawan buruh kita, namun kita masih melakukan mediasi dengan Pemerintah Kota," tegasnya
Terkait kenaikan upah yang menjadi tuntutan buruh, pihaknya masih menunggu survei pasar terkait kenaikan harga barang di Pematangsiantar.
"Bulan Oktober nanti kan ada survei pasar dari dewan pengupahan kota, dan usaha kita saat ini adalah memastikan mereka melakukan survei dengan benar sehingga penyusunan kenaikan upah buruh di Siantar benar," ucapnya
Ramlan menambahkan bahwa mereka sebenarnya takut terjadi PHK massal di Indonesia. "Isu PHK massal memang momok menakutkan bagi kami, apalagi isu kedatangan buruh-buruh dari Cina, walaupun belum ada di Siantar, tapi kita tetap was-was," tutupnya.
(Dik/MS/c)