Kabanjahe (SIB)- Sungguh malang nasib warga Desa Sigarang – garang Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo. Pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung ini harus berlapang dada menerima kenyataan pahit, setelah diusir mantan Kepala Desa Sempajaya BP yang juga penanggung jawab posko pengungsian Losd Desa Sempajaya, Kecamatan Berastagi, tempat mereka selama ini mengungsi.
Hal ini dituturkan pengungsi Desa Sigarang - garang S Br Karo Karo (54) kepada SIB Senin (31/8) di posko pengungsi GBKP Simpang 6 Kabanjahe tempat mereka dipindahkan. Menurutnya, kejadian tersebut bermula ketika salah seorang warga desanya, L br SP (23) meminta logistik berupa susu, shampo, dan sabun mandi kepada panitia posko Losd Sempajaya, Kamis (27/8) sekira pukul 15.00 WIB. Sehari sebelumnya, Rabu (26/8) panitia posko tersebut membagikan paket logistik kepada seluruh pengungsi. Sementara L br SP saat itu tidak berada di pengungsian, karena sedang melayat keluarganya yang meninggal dunia.
"Dia hanya meminta paket logistik tersebut kepada panitia, namun tiba – tiba BP memaki dan menghina. Sontak kami yang mendengar hal itu sangat terkejut, karena perkataan yang dilontarkannya sangat menyesakkan dada, bernada kasar dan mengusir kami dari posko pengungsian ini,†ujar S br Karo-karo.
Setelah kejadian tersebut seluruh warga Desa Sigarang – garang yang telah mengungsi selama tiga bulan terakhir di posko pengungsian tersebut, berembuk dan sepakat untuk meninggalkan camp penampungan Losd Desa Sempajaya. “Kami sangat terpukul, sungguh berat beban yang kami hadapi selama ini. Itu sebabnya kami memilih untuk meninggalkan posko itu guna menghindari hal – hal yang tidak diinginkan di kemudian hari,†ucapnya. Ditambahkan, Jumat (28/8) Sekdakab Karo, Camat Naman Teran, dan sejumlah staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo menghampiri pengungsi di posko Losd Desa Sempajaya untuk mencarikan solusi. Dalam dialog bersama pengungsi tersebut, disetujui bahwa pengungsi warga Desa Sigarang – garang tidak ingin berlama – lama lagi menetap di posko pengungsian tersebut, karena terlalu berat menanggung beban perasaan dan hinaan dari mantan Kepala Desa Sempajaya BP. Selanjutnya solusi yang ditawarkan Pemkab Karo seluruh pengungsi dipindahkan ke tempat penampungan GBKP Simpang Enam Kabanjahe. Mendengar hal tersebut, seluruh pengungsi pun menyetujui usulan yang diberikan pemerintah.
Plt Ka BPBD Karo Matius Sembiring ketika dikonfirmasi SIB membenarkan perpindahan pengungsi tersebut. Namun ia tidak terlalu merinci alasan perpindahan pengungsi. "Ya benar pindah. Namun staff disana kemarin itu. Nanti akan saya pastikan," katanya.
Sedangkan BP mantan Kepala Desa Sempajaya yang juga penanggungjawab posko saat dikonfirmasi SIB mengatakan, pengungsi yang pindah akibat posko pengungsian di losd Sempajaya tidak layak, sebab dihuni 1520 jiwa atau 418 KK pengungsi asal Desa Sigaranggarang.
Pdt Domaris pelayan gereja yang bertugas di GBKP Simpang 6 Kabanjahe ketika dihubungi SIB membenarkan pihaknya menerima pengungsi tambahan. Alasannya tidak tahu pasti, tetapi awalnya pihaknya mengatakan batas penambahan hanya berkisar 500 jiwa. "Ya beginilah, berdesak desakan," katanya.
(Dik MAS/h)