Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Jenuh di Pengungsian, Warga Asal Desa Kutarayat Pulang ke Rumahnya di Zona Merah

- Kamis, 03 September 2015 20:29 WIB
1.077 view
Jenuh di Pengungsian, Warga Asal Desa Kutarayat Pulang ke Rumahnya di Zona Merah
Tanah Karo (SIB)- Warga pengungsi Sinabung yang berasal dari Desa Kutarayat, Kecamatan Namanteran Kabupaten Karo yang tinggal di posko pengungsian BPPT Jambur Tongkoh mulai kembali ke desanya. Mereka kembali ke desanya bukan karena ada rekomendasi dari pemerintah daerah dan Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BPVMBG). Alasan mereka kembali ke desanya karena jenuh berada di tempat pengungsian dan tidak adanya kegiatan. Sehingga sebagian pengungsi memilih pulang ke rumahnya masing-masing. Padahal rumah mereka berada di zona merah (membahayakan) yang berpotensi terlanda awan panas, aliran lava, guguran lava dan gas beracun.

“Kami di sini mulai bosan, lagian dari mana kami ambil uang untuk jajan anak, rokok dan kebutuhan sehari-hari. Mendingan pulang, karena masih ada lahan sedikit yang masih bisa diolah untuk ditanami. Banyak yang sudah pulang, ada juga yang pergi pagi ke kampung sore hari udah balik lagi ke posko. Sebagiannya lagi kerja upahan di ladang orang,”  kata koordinator posko Salomo Sitepu didampingi Mujahit Purba, Rabu (2/9) kepada SIB.

Walaupun lahan pertanian mereka sebagian sudah tidak bisa digunakan, tapi masih ada sedikit lahan yang masih bisa ditanami. Lahan pertanian di sana 900 hektar kurang lebih, tetapi masih ada sekitar 300 hektar yang masih bisa ditanami dan mengharap tanamannya tumbuh dengan baik. “Kami yang bertahan disini (posko) hanya menjaga anak-anak yang bersekolah saja. Kalau untuk fasilitas angkutan antar jemput anak sekolah dari Pemkab juga tidak ada. Kami sendiri yang menyediakan ongkos anak untuk berangkat sekolah,” ujar pengungsi.

Sebagian warga Desa Kutarayat yang kembali ke kampung sudah pasrah, meskipun area zona merah.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jhonson Tarigan ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (2/9) mengatakan bahwa pemerintah Kabupaten Karo belum merekomendasi pengungsi kembali ke rumahnya masing-masing kecuali yang sudah mendapat uang sewa lahan dan rumah. Dia menghimbau agar masyarakat desa di bawah kaki gunung Sinabung agar mengikuti arahan dari pemkab dan BPVMBG. “Mungkin, mereka hanya pergi ke ladang dan sore hari kembali ke posko. Lagian pintu masuk ke desa sudah dibuat portal dan dijaga oleh TNI dan petugas BPBD,” ujarnya melalui selularnya.

Lanjutnya, BPBD Karo mengingatkan agar masyarakat yang tinggal dalam radius 7 kilometer dari kaki Gunung Sinabung supaya tidak memasuki zona bahaya. “Memang masih banyak pengungsi yang membandel dengan kembali memasuki zona merah, untuk mengurus lahan pertaniannya. Sinabung masih terus bererupsi, jadi kami tidak ingin jatuhnya korban jiwa,” katanya.

Pantauan wartawan, posko pengungsi Jambur BPPT Tongkoh tampak sepi, hanya satu dua orang yang menunggu di posko. Diketahui pengungsi asal Desa Kutarayat berjumlah 2156 jiwa/567 KK. Anak SD berjumlah 336 orang, SMP 120 orang dan SMA 99 orang. (Dik MAS/q)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru