Kabanjahe (SIB)- Sebanyak 200 orang guru dan siswa SMPN 2 Juhar, mengikuti penyuluhan Narkoba yang difasilitasi Moderamen GBKP bekerjasama dengan Mamre GBKP dan Perguruan Pencawan Medan bertempat di Desa Tigasiempat, Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo, Senin (31/8).
Dari Moderamen hadir sebagai narasumber Ketua Komisi HIV/AIDS Tuah Bastari Barus bersama wakilnya Jhon Sarep Tarigan SKM, dari Mamre GBKP Pusat Ketua Diakonia Mamre GBKP Restu Utama Pencawan SH SPd bersama Daniel Candra Sembiring STh SPd dan dari Perguruan Pencawan Dinda Titin Aprilia, Mika Yola br Surbakti, Angga Ginting, Hasnaida, Dinda Theresia Purba, Anggi Ginting.
Penyuluhan yang dimulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB itu cukup mendapat sambutan dan perhatian serius dari para siswa karena bahaya penyalahgunaan Narkoba sudah merambah hingga desa-desa.
Kepala SMPN 2 Juhar Drs Milon Pinem mengatakan, kegiatan penyuluhan bahaya Narkoba yang digelar Moderamen GBKP bersama Mamre GBKP pusat sudah cukup baik dan tepat sekali serta mendapat respon positif dari seluruh orangtua terutama dari desa terdekat yaitu Desa Tigasiempat, Sari Munte, Pernantin dan Desa Sugihen. Dengan penyuluhan ini kata Milon Pinem, anak-anak dapat mengerti dan menghindarinya serta tidak terkontaminasi bahaya penyalahgunaan Narkoba.
Ketua Mamre GBKP Pusat Ir Mulia Barus dalam sambutannya yang disampaikan Ketua Bidang Diakoni Restu Utama Pencawan mengatakan, Mamre GBKP Pusat akan tetap konsisten terus mengadakan penyuluhan bahaya penyalahgunaan Narkoba bukan saja di Tanah Karo juga ke daerah-daerah terpencil yang saat ini bahaya penyalahgunaan Narkoba sudah mulai merebak.
Sementara itu, Ketua HIV/AIDS -Napza Moderamen GBKP Tuah Bastari Barus mengatakan, pihaknya akan mengadakan kerjasama dengan perguruan Pencawan Medan terutama dalam hal penyuluhan bahaya penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak sekokah. "Ganja adalah salah satu jenis Narkoba, kalau ada orangtua anak kita yang menanam ganja di desa-desa segera lapor ke kepala desa dan polisi agar segera dicabut," ujarnya.
Daniel Candra Sembiring yang juga wakil kepala SMK Pencawan Medan mengatakan, relawan-relawan SMK dan SMA Pencawan Medan siap diterjunkan ke sekolah-sekolah mengadakan penyuluhan bahaya penyalahgunaan Narkoba terutama di daerah-daerah yang sulit terjangkau oleh kendaraan. "Kita harus selamatkan anak-anak sekolah dari bahaya penyalahgunaan Narkoba dimanapun mereka berada," ujar Daniel.
Program Moderamen dan Mamre GBKP pusat ini diharapkan akan jalan terus, kata para orangtua siswa yang menyalami rombongan Moderamen dan Mamre GBKP.
(r4a/q)