Simalungun (SIB)- Dinas Pertanian Pemkab Simalungun melakukan rapat kordinasi dengan TNI AD dari satuan Kodim 0207/Simalungun di Pamatangraya, Kamis (3/9), guna memperkuat ketahanan pangan.
Dalam rapat itu dibicarakan tentang penyaluran bantuan pupuk, pengawasan pupuk bersubsidi, pengendalian hama dan penyakit, pemberantasan hama tikus, pembangunan saluran irigasi tersier, pengembangan pola tertib tanam dan lainnya. Kedua pihak bekerjasama untuk mengoptimalkannya.
Kepala Dinas Pertanian Ir Jan Posman Purba mengatakan, kerjasama Pemkab Simalungun dengan TNI AD dalam memertahankan swasembada pangan patut diapresiasi. Sebanyak 5 ribu ton pupuk (NPK dan Urea) bantuan pemerintah didistribusikan kepada masyarakat untuk pengembangan padi sawah. Sehingga dalam pendistribusiannya perlu pengawasan dengan melibatkan personil TNI.
“2.500 ton NPK dan 2.500 ton Urea untuk pengembangan padi sawah seluas 5.000 Ha di 15 kecamatan sebagai sentra-sentra pertanian. Ini perlu pengawasan. TNI ikut mengawal agar bantuan ini benar-benar bisa membantu petani dalam meningkatkan produksi padi sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan petani,†kata Jan Posman.
Ia mengatakan, tahun 2015 ditargetkan luas pertanaman padi mencapai 84.000 Ha. Hingga Juli 2015 telah tercapai 51.000 Ha. Jadi tinggal sekitar 33.000 Ha lagi yang akan dicapai. “Kami optimis, target ini bisa tercapai. Kita kejar hingga November ini,†ujarnya sembari mengungkapkan bahwa produktivitas padi diusahakan naik 7-8 persen.
“Kita salut dengan inisiatif TNI untuk mau bekerjasama. Pihak Koramil, Bhabinsa memang terlibat di lapangan,†imbuhnya.
Pasiter Kodim 0207/Simalungun, Kapt CZI Nyoto mengharapkan, kerjasama dengan Pemkab Simalungun dapat mewujudkan swasembada pangan. Pihaknya siap melakukan pendampingan dan pengawasan. Penyaluran bantuan pemerintah diupayakan tepat sasaran kepada masyarakat yang memang membutuhkan. Sementara pupuk-pupuk bersubsidi yang masuk ke kios-kios juga diawasi.
(C05/q)