Simalungun (SIB)- Menyahuti permintaan petani sawah di Nagori Silakkidir Kecamatan Huta Bayu – Simalungun tentang keluhan gangguan pasokan air, pihak PPK Irigasi dan Rawa II BWS II Sumut bersedia mendisitribusikan air sementara waktu selama 4 (empat) hari berturut-turut untuk mengairi areal persawahan seluas kurang lebih tiga ratus hektar.
Demikian kesimpulan pertemuan antara perwakilan petani sawah yang diwakili Sastra Joyo Sirait SH dengan pihak PPK Irigasi dan Rawa II di Kantor PPK 06 Irigasi dan Rawa II Jalan Asahan Km 3,5 Kecamatan Siantar – Simalungun, Kamis (3/9). Tampak hadir dalam pertemuan itu, T Nainggolan dan Wadin Haloho (staf teknik PPK Irigasi dan Rawa II).
Dalam pertemuan itu, sempat terjadi adu argumen antara kedua belah pihak, dimana, Sastra yang duduk di Komisi 2 itu, ‘ngotot’ memperjuangkan air harus berjalan demi kepentingan para petani yang saat ini sedang memasuki pola tanam padi. Bahkan anggota DPRD Simalungun dari Partai Gerindra itu menuding, terjadinya mis komunikasi itu diduga keras karena tidak adanya sosialisasi kepada petani.
Sementara itu, T Nainggolan selaku staf teknik mengatakan, sesuai hasil sosialisasi seharusnya air mati akibat adanya perbaikan saluran irigasi. Namun, karena ada kebutuhan air yang mendesak maka disepakati sementara waktu akan menjalankan air selama 4 (empat) hari berturut - turut yaitu Sabtu (5/9) hingga Selasa (8/9). Lalu, Rabu (10/9) air akan mati dalam seminggu. Seterusnya, secara bergantian ini sampai selesai kegiatan dan setelahnya air berjalan sesuai harapan masyarakat.
Ia berpesan kepada masyarakat, kalau ada gangguan kecil dalam melakukan perbaikan diminta untuk bersabar.
Sebelumnya, sejumlah petani menyampaikan keluhan kepada Sastra tentang air di saluran irigasi mengalami kekeringan. Padahal sebelumnya, masih dialiri air. Jika pasokan air terganggu, dipastikan areal persawahan yang kondisinya sudah siap tanam dan sebagian lagi umur tanaman padi sekira 2 (dua) minggu lebih diperkirakan akan mengalami gangguan.
(C12/h)