Tapteng (SIB)- Satuan Kerja (Satker) Air Minum Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU “buka-bukaan†seputar adanya proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), senilai, Rp.6,8 miliar di Desa Tapian Nauli IV, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), dalam pertemuan dengan masyarakat di Kantor Camat, Kamis (3/9). Pertemuan itu digagas Camat Tapian Nauli, Rinaldy Siregar, menyikapi tuntutan masyarakat Tapian Nauli IV, yang menolak pembangunan SPAM, karena dianggap akan mengeringkan air ke persawahan.
Pertemuan yang dihadiri, Kadis PU Tapteng Ir Harmi Marpaung MEng, Dirut PDAM Puspa Aladin Sibuea, Camat Rinaldy Siregar dan Kapolsek Kolang Iptu Restuadi, kepala desa, serta perwakilan masyarakat itu, Kepala Satker Sahta Bangun diwakili, Rendi Sihombing mengungkapkan proyek SPAM itu tidak begitu saja datang ke Tapteng dengan hanya bermodalkan proposal usulan. Tidak segampang itu. “Tidak sekadar itu, kita butuh memelas sedikit ke pusat,â€kata Rendi.
Rendi, tidak menjelaskan lebih jauh maksud dari memelas tersebut. Namun, sambungnya, banyak daerah yang membutuhkan, namun hanya terbatas yang mendapat, salah satunya Tapteng. Pihaknya memiliki komunikasi yang baik dengan Pemkab Tapteng, begitu juga dengan Plt.Bupati Tapteng, Sukran J Tanjung yang langsung menghubungi Dirjen Cipta Karya supaya pembangunan SPAM terus dilanjutkan.
Kadis PU Harmi Marpaung mengajak masyarakat untuk mawas diri melihat dengan sebenarnya manfaat dari pembangunan itu. Pemkab sudah berupaya keras meratakan pembangunan hingga ke pelosok desa, dan apabila masih ada yang kurang silahkan disampaikan untuk program ke depan. Tetapi kalau (SPAM) ini saja pun sudah ditolak, mau ke mana lagi kita ke depan, dan siapa pun akan berhitung untuk memperhatikan kita. Tidak mudah untuk mengambil dana pembangunan itu, karenanya mari kita syukuri,â€pintanya.
Hal yang sama disampaikan Direktur PDAM Puspa Aladin Sibuea, dengan mengatakan pihaknya sesuai arahan Plt Bupati Tapteng terus bersusah payah hingga ke pemerintah pusat supaya Tapteng dibantu dalam akses air minum, dengan target 60-70 persen tahun depan. Alhasil, sudah banyak yang dibangun, Kecamatan Tukka, Pinangsori, Sosorgadong, Andam Dewi, Tapian Nauli, dan sebagainya, karenanya patut kita syukuri,ujarnya.
Puspa memberi jaminan pembangunan SPAM di Aek Napa, Tapian Nauli IV itu, tidak akan mengganggu kuantitas debit air ke sawah, sebagaimana yang dikuatirkan para petani selama ini. Katanya, pihaknya sudah melakukan kajian atau penelitian yang mendalam seputar debit air tersebut, di mana kalau batas normal maka debit air 150 liter per detik, dan apabila kemarau mencapai 80 liter per detik. Sementara bendungan air minum hanya menampung 20 liter per detik.â€Sumber air Aek Napa sudah kita pantau selama 2,5 tahun ini,â€ucapnya.
Perwakilan masyarakat, Lubuk Ritonga dan Boniara Aritonang pada kesempatan itu meminta Pemkab atau kecamatan terus melakukan pertemuan lanjutan yang melibatkan masyarakat yang lebih banyak khususnya Tapian Nauli supaya tidak ada lagi yang salah persepsi. Pada pertemuan itu disepakati pertemuan lanjutan dilaksanakan Selasa, 8 September 2015, di Desa Tapian Nauli.
(E05/k)