Pematangsiantar (SIB)- Kota Pematangsiantar selama beberapa pekan ini diselimuti kabut asap yang menghalangi pandangan dan mengganggu kesehatan tubuh. Kabut asap ini diduga berasal dari kebakaran hutan yang terjadi di Provinsi Riau dan Jambi.
Menurut Anggun Habibie warga Jalan Serdang Kecamatan Siantar Martoba kepada SIB, Kamis, ( 3/9 ) kabut asap sangat menghalangi pandangannya dan mengganggu kesehatan dan berharap pemerintah segera menanggapi permasalahan tersebut secara serius.
Menanggapi hal ini Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dr Marojahan Nainggolan MM mengatakan penyakit yang dapat ditimbulkan dari kabut asap yaitu Infeksi Saluran Pernapasan Bagian Atas ( ISPA ), iritasi mata, iritasi kulit, dan penyakit jantung bila kadar karbon monoksida, lebih tinggi dari oksigen. Untuk pembagian masker kepada masyarakat akan segera diusahakan semaksimal mungkin menunggu arahan dari Kepala Dinas yang saat ini berada di luar kota.
Marojahan menambahkan, agar selalu menjaga stamina, serta banyak minum air putih, apabila mengalami gangguan kesehatan yang tidak wajar segera mengunjungi puskesmas terdekat.
Terpisah, Ketua Ikatan Dokter Indonesia ( IDI ) Siantar-Simalungun dr Eka Samuel Hutasoit MM membenarkan bahwa kabut asap yang menyelimuti kota ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh dan menimbulkan beberapa jenis penyakit. Diantaranya penyakit yang paling dominan yaitu Infeksi Saluran Pernapasan Bagian Atas ( ISPA ) dan batuk-batuk.
Eka Samuel Hutasoit menambahkan, untuk mengantisipasi hal tersebut agar tidak semakin berbahaya bagi kesehatan masyarakat dapat menggunakan masker dan perlu dibuat hujan buatan.
Pengamatan wartawan, kabut asap yang menyelimuti kota ini terjadi dimulai pagi hari sampai dengan siang hari tak kunjung ada perubahan.
(DIK/HS/c).