Adiankoting (SIB)- Proyek Lapen di Desa Banuaji 4 Kecamatan Adiankoting Kabupaten Tapanuli Utara dikeluhkan warga. Pasalnya, jalan yang diperkirakan dengan sepanjang 2 Km dengan jumlah dana sebesar Rp 296 juta (Rp 296.851.500) yang bersumber dana APBD 2015 itu baru 1 bulan dikerjakan sudah mengelupas.
Pantauan SIB di lokasi, Jumat (4/9) terlihat aspalnya sudah mengelupas dan retak. Kuat dugaan terkelupasnya aspal tersebut karena dikerjakan tidak sesuai dengan bestek.
P br Hutapea (56), salah seorang warga sekitar menyebutkan, proyek pengaspalan jalan itu hasilnya sungguh mengecewakan. “Ini baru dikerjakan, namun aspalnya sudah retak dan terkupas dan pasti menyalahi kontruksi besteknya.
“Saya meragukan bentuk pengaspalannya, walaupun saya sebagai petani di daerah ini, mana ada bentuk pengaspalan yang baru tuntas dikerjakan tapi sudah terkupas, proyek apaan,†ungkap Hutapea.
C Simanjuntak (40) warga yang sama mengaku, jika ia melihat kondisi proyek Lapen saat ini layak diduga dikerjakan tidak sesuai aturan yang ada sehingga hasil pekerjaan tidak maksimal.
“Kenapa cepat rusak, belum ada “seumur jagung†sudah rusak. Memang, ketika jalan desa kami ini dikerjakan sudah selesai sekitar 20 hari, sementara lama pekerjaan 90 hari, ada yang ganjil di pengaspalan daerah kami ini,†keluhnya.
Warga berharap dinas terkait kembali melakukan peninjauan ke lapangan supaya pihak rekanan dapat mengulang pekerjaannya sesuai spesifikasi teknis dan meminta agar proyek itu diusut tuntas oleh penegak hukum apabila ada kejanggalan.
(E02/q)