Padangsidimpuan (SIB)- Kabut asap akan menjadi ancaman bagi produksi pertanian jika berlangsung lama. Para petani diharapkan tetap hati- hati melihat perkembangan ataupun perubahan cuaca yang tidak menentu sebagai dampak asap tersebut. Jika ada tanda- tanda yang cenderung mengganggu tanaman maka segera beri tahu pada petugas pertanian yang ada di lapangan.
Hal itu dikatakan Kadis Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan Ir H Bismark Muaratua Siregar MM kepada SIB di Padangsidimpuan, Jumat (4/9). “Kabut asap tersebut dapat menghambat sinar matahari kepada tanaman atau tumbuhan. Jika itu terganggu maka sangat mempengaruhi proses fotosintesis atau mengolah makanan bagi tanaman,â€ujarnya.
Sebagaimana diketahui bahwa luas lahan sawah Kabupaten Tapanuli Selatan berkisar 17.853 hektare dan luas tanam padi 34.306 hektare. Sedangkan luas panen padi 33.599 hektare produktivitas 4,95 ton/ hektare, produksi 166.486 ton. Tapsel surplus beras 52.462,54 ton.
Produktivitas selalu meningkat saat panen, dimana produksi saat ini rata-rata 6-8 ton/ hektare,"katanya. Produktifitas tersebut dicapai tidak terlepas dari pola tanam, jenis bibit unggul, pemupukan yang baik. Serta cara tanam jajar legowo yang terbukti produksinya lebih menguntungkan.
Jika dikaitkan dengan kondisi saat ini, dimana kabut asap mengepung daerah kita maka dikuatirkan produksi pertanian bisa turun. Lantas, apa yang dapat dilakukan menghadapi kondisi seperti itu ? Menurut Kadis ini, rasa optimis selalu ada. Kita harapkan hujan turun dan kabut asap hilang . Kemudian sumber penyebab kabut asap juga mesti diatasi pemerintah .
(E08/k)