Batubara (SIB)- Walau upacara memperingati Dirgahayu Kemerdekaan ke 70 RI yang dilakukan Gerakan Masyarakat Menuju Kesejahteraan Masyarakat Batubara (Gemkara) terlambat sehari, Selasa (18/8), namun tidak mengurangi keunikannya. Mereka melakukannya di tengah Selat Malaka, tepatnya di Pulau Salah Namo Kecamatan Tanjung Tiram. Pemaknaannya semangat kemerdekaan 70 tahun itu, dititikberatkan pada upaya pembongkaran penyalahgunaan jabatan dan wewenang di Kabupaten Batubara.
"Diawali dengan semangat 70 tahun Indonesia merdeka ini, Gemkara akan melawan dan menghajar pejabat Batubara yang sudah banyak melakukan manipulasi. Penyelewengan wewenang dan anggaran di sini sudah dilakukan secara terang benderang," kata deklarator Gemkara Hidayat Bhaktiar kepada SIB, Jumat (21/8), setibanya dari Pulau Salah Nama.
"Gemkara melihat sektor kesehatan tidak aktif untuk menyehatkan masyarakat. Demikian juga pendidikan, harusnya aktif untuk mencerdaskan masyarakat Batubara. Ini terjadi karena banyak pejabat di sini yang tidak memaknai perjuangan Gemkara mewujudkan daerah otonom," kata Hidayat didampingi aktivis Gemkara seperti Buyung Morna dan Yusriadi Ucok Torus.
Roh pengawalan Gemkara sejak awal didirikan, lanjutnya, untuk berani mengatakan yang benar dan melawan korupsi. Sayangnya, banyak pejabat dari luar Batubara ini yang tidak mengerti perjuangan Gemkara.
Buyung Morna menambahkan, moment upacara bendera di Pulau Salah Nama itu untuk membangkitkan semangat juang Gemkara. Kritik pedas yang ditujukan kepada oknum pejabat di daerah ini berdampak pelemahan kepada Gemkara.
"Kami sadari reaksi mereka melakukan pelemahan kepada Gemkara dengan tidak pernah melibatkan kami dalam momen penting. Agar semangat itu tidak tergerus, kami kobarkan kembali semangat itu dalam peringatan 70 tahun Indonesia merdeka," ujarnya.
(C18/h)