Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Jembatan Bersejarah di Areal Perkebunan Karet Socfindo Lima Puluh Hancur

- Selasa, 08 September 2015 22:32 WIB
543 view
Jembatan Bersejarah di Areal Perkebunan Karet Socfindo Lima Puluh Hancur
SIB/Mahadi Sitanggang
JEMBATAN YANG DIBANGUN TAHUN (ANNO) 1920 : Warga Lima Puluh, Yusriadi Ucok Toru, Minggu (6/9), berdiri di atas puing jembatan Belanda ANNO 1920 di areal perkebunan karet Socfindo Batubara.
Batubara (SIB)- Semangat menjaga situs-situs sejarah perjuangan bangsa masih belum merasuk jiwa anak bangsa ini. Ada saja bangunan bersejarah yang dianggap sampah. Salah satunya, jembatan di atas rel kereta api di areal perkebunan karet Socfindo Lima Puluh, Kabupaten Batubara. Jembatan di atas rel kereta api bertuliskan ANNO 1920 itu, kini hancur.

"Seingatku jembatan ini masih utuh sekira 5 atau 6 tahun lalu. Aku ingat betul karena aku dan kawan-kawan di saat lajang, kerap jadikan tempat ini untuk bertemu dan berkumpul memadu kasih. Tapi sekarang sudah hancur begini, sayang sekali," ujar Yusriadi Ucok Torus (40), warga Lima Puluh kepada SIB, Minggu (6/9).

Ulah pemusnahan jembatan bersejarah itu, katanya, pasti dilakukan oknum-oknum yang tidak menghargai sejarah bangsa ini. Bila ada delik hukumnya, sudah sepantasnya pelaku pemusnahan bangunan bersejarah itu diusut.

"Kalau kereta lewat, view dari tempat ini semakin indah. Seharusnya jembatan ini dipugar dan bisa jadi salah satu sampel bangunan bersejarah bagi pelajar. Bukan harus dihancurkan seperti ini. Terlebih tidak jauh dari sini ada SMU Negeri 1 Lima Puluh. Untuk belajar sejarah Belanda pernah menjajah Indonesia, saksi bisunya bisa mereka temukan di sini," kata Ucok.

Ditanya siapa kira-kira yang menghancurkan jembatan itu, salah satu aktifis Batubara itu hanya bisa menduga-duga. Menurut dia, bisa jadi dari PT Kereta Api Indonesia karena jembatan itu di atas rel. Atau bisa juga pihak perkebunan Socfindo karena letaknya di areal perkebunan itu.

"Soal siapa yang menghancurkan, kita hanya bisa menduga-duga. Masyarakat juga kemungkinan bisa. Tapi apa mungkin masyarakat memasuki areal perkebunan hanya untuk menghancurkan jembatan  yang dibangun (ANNO) 1920 ini," pungkasnya. (C18/d)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru