Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026
Tanam Pohon di Makorem 022/PT

Pangdam I/BB Perintahkan Para Perwira Cari Simpul Kerawanan Pilkada

- Rabu, 09 September 2015 19:01 WIB
297 view
Pangdam I/BB Perintahkan Para Perwira Cari Simpul Kerawanan Pilkada
Pematangsiantar (SIB)- Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewyk Pusung memerintahkan para perwira di jajarannya sebagai perencana, agar segera mencari titik-titik atau simpul-simpul kerawanan di wilayah masing-masing, memahami betul kerawanan-kerawanan itu dan segera dipetakan yang kemungkinan simpul-simpul chaos atau kerawanan.

“Pahami betul apa penyebabnya, siapa penggeraknya, kemudian buat konsep yang teliti bagaimana upaya mengatasi itu kalau terjadi,” tegas Pangdam saat diwawancarai usai menanam pohon di taman Makorem 022/PT, Jalan Asahan, Pematangsiantar, Selasa (8/9) di sela-sela kunjungan kerjanya ke wilayah Korem 022/PT.

Pangdam bersama isteri dan rombongan, diterima Danrem 022/PT Kolonel Inf Toto Nurwanto SIP, MSi, para pejabat Korem 022/PT, para Dandim, Dandenkesyah Letkol Ckm Drg Rein Hard Nababan, Bupati Simalungun DR JR Saragih SH, MM, Sekda Pematangsiantar Drs Donver Panggabean MSi, Waka Polres Pematangsiantar Kompol Moch Risya Mustario SIK. Dan disambut dengan pengalungan bunga, tortor sombah para siswa SMA Kartika serta pemakaian seperangkat pakaian adat Simalungun dari Presidium Partuha Maujana Simalungun.

Lebih lanjut Pangdam mengatakan, kalau di militer, disebut rencana kontijensi. Rencana terhadap hal-hal yang tidak baik. “Tapi, kita semua berharap, Pilkada berjalan dengan kondusif, tidak ada kecurangan dan biar pergantian berjalan secara alami. “Semua prajurit saya yang ada di Korem 022/PT, saya setting untuk siap membantu polisi. Di sini ada Batalyon 126/KC yang kita siapkan untuk membantu dan seluruh Babinsa, saya siapkan untuk monitoring dan memetakan titik-titik atau simpul-simpul yang kemungkinan terjadi chaos,” tegas Pangdam.

Mengenai sikap TNI, Pangdam I/BB ini menegaskan, masalah TNI menghadapi Pilkada, tidak bisa ditawar-tawar, TNI netral. “Itu tidak bisa ditawar-tawar lagi. Jadi jangan diragukan lagi, TNI tetap netral. Kepada para perwira agar netralitas, biarlah dia memilih dengan hati nuraninya.”       

Sementara itu Bupati Simalungun DR JR Saragih menyatakan sudah beberapa kali rapat untuk menghadapi Pilkada di Simalungun, dimana dari 1.700 TPS, hanya ada 300 polisi yang menjaganya. “Pada saat rapat, saya sudah meminta kepada TNI untuk membantu polisi dalam pengamanan TPS. Karena itu, kami juga menyiapkan anggaran, bagaimana agar sinergi antara TNI, Polri, Satpol PP dan Linmas bekerjasama agar kondusif,” ujarnya.

“Titik-titik rawan sudah dilakukan pengkajian dengan Kapolres dan akan diperkuat pengamanan di titik-titik rawan itu. Kalau tidak bisa satu, kita buat dua, karena Pilkada sekarang ini berbeda dengan beberapa tahun lalu. Kali ini, dibawa langsung dari TPS ke kantor camat, bisa rawan dan diragukan, karena dari TPS ke kantor camat lebih 3-4 jam. Itu sudah kita antisipasi,” tegas Bupati. (C06/C05/y)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru