Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Ditolak Warga, Proyek SPAM Berbiaya Rp 6,8 Miliar di Tapteng Tetap Dilanjutkan

- Rabu, 09 September 2015 19:43 WIB
308 view
Ditolak Warga, Proyek SPAM Berbiaya Rp 6,8 Miliar di Tapteng Tetap Dilanjutkan
SIB/Marlon Pasaribu
TOLAK: Perwakilan warga saat menyampaikan sikap menolak pembangunan SPAM bernilai Rp 6,8 miliar di Desa Tapian Nauli IV Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapteng, pada sosialisasi, Selasa (8/9).
Tapian Nauli, Tapteng (SIB)- Meski ditolak dari warga setempat, pembangunan Sarana Pembangunan Air Minum (SPAM) bernilai Rp 6,8 miliar  sumber dana Dirjen Cipta Karya Kementerian PU dan Pera TA 2015 di Desa Tapian Nauli IV Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapteng, tetap dilanjutkan.

Menurut warga, SPAM akan menghabiskan debit air yang selama ini digunakan untuk lahan persawahan di daerah setempat.

“Kami tetap menolak pembangunan proyek ini,” kata beberapa perwakilan warga saat mengikuti acara sosialisasi di sekitar lokasi proyek, Selasa (8/9/).

Edison Hutagalung, Simanungkalit dan Nurdin Hutagalung dan warga lainnya meminta agar pembangunan proyek segera dihentikan.

Bahkan sebelum acara sosialisasi berakhir, warga membubarkan diri sebagai bentuk penolakan terhadap pembangunan proyek tersebut.

Menanggapi aksi warga tersebut, Dirut PDAM Puspa Aladin kepada wartawan memastikan pembangunan proyek ini akan tetap dilanjutkan karena ini program nasional untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kabupaten Tapteng.

Menurutnya, aksi membubarkan diri yang dilakukan warga di acara sosialisasi sangat  disayangkan.

“Sosialisasi ini bertujuan untuk mencari solusi dari permasalahan ini,” katanya seraya tidak mempermasalahkan kalau aksi tersebut diartikan sebagai tindakan yang mempermalukan dirinya.

Unsur kecamatan yang hadir pada sosialisasi tersebut di antaranya Camat, Kapolsek, Danramil dan instansi terkait lainnya di lingkungan Pemkab Tapteng juga terlihat tidak bisa berbuat banyak menanggapi aksi membubarkan diri para warga. (E04/d)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru