Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026
Ketua KPU RI dan DKPP Sosialisasi di P Siantar

Jimly Ashiddiqie: Sumut dan Papua Paling Banyak Masalah Pilkadanya

- Kamis, 10 September 2015 19:57 WIB
245 view
Jimly Ashiddiqie: Sumut dan Papua Paling Banyak Masalah Pilkadanya
SIB/Mangasi Hasinggan Simanjorang
SOSIALISASI: Ketua DKPP RI, Jimly Ashiddiqie, Ketua KPU RI, Husni Kamil Manik, Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM, Anggota Bawaslu RI Daniel Zuchron, Anggota DKKP Dr. Anna Erliyana dan Rektor USI Prof Dr. Marihot
Pematangsiantar (SIB)- Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI Jimly Ashiddiqie dan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Husni Kamil Manik memberikan materi ceramah pada Sosialisasi Kode Etik Penyelenggara Pemilu Tahun 2015, kerjasama DKPP RI dengan Universitas Simalungun (USI) yang bertema "Etika Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara" di Auditorium USI Jalan Sisingamangaraja, Pematangsiantar, Rabu (9/8).

Hadir pada acara tersebut, Plt Gubsu Tengku Erry Nuradi, Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM, anggota Bawaslu RI Daniel Zuchron, anggota DKKP Dr  Anna Erliyana, Pendeta Saut Sirait. Sebagai tuan rumah, Rektor USI  Prof Dr Marihot Manullang, Ketua Pengurus Yayasan USI Drs Salmon Sinaga, Sekretaris Pengurus Yayasan USI Drs Amsar Saragih MSi, Direktur Pasca Sarjana Robert Tua Siregar, Wakil Rektor Drs Marlan MSI, Pasu Malau SH MH dan Dra Corry Purba MSi.

Dalam ceramahnya, Ketua DKPP Jimly Ashiddiqie mengatakan bahwa Sumut dan Papua yang paling banyak masalah Pilkadanya. "Jawa Tengah yang paling sedikit dan Sumut dan Papua yang paling banyak masalahnya. Ada kemungkinan dua masalahnya, karena memang kualitas KPU-nya harus ditingkatkan atau yang kedua karena masyarakat Sumut aktif dan agresif untuk memperjuangkan keadilan. Saya sendiri tak tahu jawabannya, apakah yang pertama atau yang kedua," terang Jimly.

Kemudian kata Jimly, Sumut sudah layak untuk dijadikan sebagai laboratorium dalam rangka berintegritas. "Kita sudah mempunyai tempat yang paling baik untuk dijadikan laboratorium dalam rangka Pilkada berintegritas. Itulah motivasi kami menyelenggarakan acara ini karena kita belajar dari pemilu 2014 lalu. Mudahan-mudahan Pilkada di Sumut ini lancar dan lebih baik," ujarnya dan disambut tepuk tangan para undangan.

Lantas untuk itu, harap Jimly semua peserta dan penyelenggara Pilkada untuk lebih meningkatkan integritasnya. "Inikan tak cukup hanya integritas penyelenggaranya, tapi peserta dan masyarakatnya juga agar lebih meningkatkan integritasnya. Agar kualitas Pilkada nantinya ke depan dapat terjaga dan lebih baik," pesannya.

Sementara, Ketua KPU RI Husni Kamil Manik mengungkapkan bahwa karakter masyarakat Sumut dikenal sangat keras, akan tetapi berpikir realistis dan lembut. "Walau pun orang Batak dikenal keras, tapi jangan lah dipakai kerasnya untuk mengerjai penyelenggaranya. Kalau kami salah kami kan boleh dikoreksi," ujar Husni.

Husni berpesan kepada masyarakat dalam menjatuhkan pilihannya pada 9 Desember 2015 agar sesuai dengan pilihannya. Karena hasil pilihan itu akan menjadi pemimpin ke depan yang dapat mengayomi. "Kepada masyarakat diminta untuk menjatuhkan pilihannya sesuai dengan yang pantas untuk dipilihya. Karena pemimpin itu nantinya akan menjadi harapan kita. Dan juga kita menempuhkan harapan yang besar kepada pemimpin kita," pinta Husni.

Pantauan SIB, acara rombongan penyelenggara Pemilu dari pusat disambut dengan Dihar (Pencak Silat Simalungun) dari pintu Auditorium USI. Kemudian, disambut dengan Tortor Somba dan menyematkan Hio Pamotting kepada Jimly Ashiddiqie dan Husni Kamil Manik, Plt Gubsu dan anggota Bawaslu RI Daniel Zuchron.

Ketua KPU Pematangsiantar Mangasi Tua Purba didampingi Ketua Panwaslih Pematangsiantar Darwan Purba, Ketua KPU Simalungun Adelbert Damanik dan Ketua Panwaslih  Simalungun Ulamatuah Saragih membacakan Pakta integritas di hadapan seluruh Komisioner KPUD yang menyelenggarakan pemilu yakni 23 daerah kabupaten-kota disaksikan penyelenggara pemilu dari pusat. (Dik/MS/d)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru