Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026
Terkait Pembelian Laptop, Infocus, Printer dan Buku

Pimpinan DPRD dan Dinas Pendidikan Investigasi ke Sejumlah SD

- Kamis, 10 September 2015 20:09 WIB
142 view
Pimpinan DPRD dan Dinas Pendidikan Investigasi ke Sejumlah SD
Padangsidempuan (SIB)- Pimpinan dan Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Padansidempuan bersama Kepala Dinas Pendidikan serta Sekretaris Manajer BOS, Selasa (8/9) meninjau sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Padangsidempuan terkait isu  intervensi oknum anggota dewan terhadap para kepala sekolah dalam pembelian laptop, infocus, printer dan buku.

Kunjungan pimpinan dewan itu untuk investigasi sekaligus mendengar langsung  dari para kepala sekolah soal gonjang-ganjing adanya intervensi oknum anggota dewan kepada para kepala sekolah untuk membeli laptop, infocus, printer dan buku dari toko atau perusahaan tertentu.

Apalagi pembelian barang-barang tersebut menggunakan dana BOS (Bantuan Operasional Pendidikan) Tahun Anggaran 2015.

Tak hanya itu, wakil rakyat ini pun ingin mengetahui apakah ada tekanan atau arahan dari Dinas Pendidikan kepada para Kepala SD agar membeli laptop, infocus, printer dan buku dari orang tertentu yang ditunjuk oknum dewan  tersebut.

Belakangan  ini santer diberitakan media massa soal adanya tekanan dan intervensi oknum mengaku anggota DPRD untuk membeli barang-barang dari salah satu toko atau perusahaan yang merupakan "teman" dekat oknum anggota dewan tersebut.

Bahkan,  persoalan ini menjadi perbincangan hangat di kalangan anggota DPRD Padangsidempuan. Tak heran, sesama anggota dewan saling tuding dan buang badan tidak ikut-ikutan mempengaruhi sekolah untuk membeli barang tersebut. Ada pula anggota dewan berang namanya dikait-kaitkan dengan permasalahan  itu karena kebetulan satu komisi dengan oknum anggota dewan yang diduga terlibat dalam kasus itu.

SDN 200513 Manunggang Julu, Kecamatan Padangsidempuan Tenggara, yang dikunjungi rombongan DPRD dan Dinas Pendidikan mendapat penjelasan lengkap dari Kepala Sekolah Frida Megasari Pulungan, yang mengaku membeli satu unit laptop dari dana BOS TA 2015. Namun bukan dari seorang oknum anggota dewan atau oknum Dinas Pendidikan. "Saya beli dari mitra kerja pihak swasta yang sudah lama saya kenal, memakai kwitansi pembelian dan daftar perusahaan resmi," ungkapnya. Alasan Frida membeli laptop karena memang kebutuhan sekolah dan bukan karena terpaksa apalagi dipaksa.

Lebih lanjut dikatakannya,  sekolahnya bukan hanya butuh laptop tetapi juga infocus untuk kegiatan belajar mengajar sesuai kebutuhan kurikulum tahun 2013. "Namun karena anggaran kami terbatas,  kami baru bisa beli 1 laptop,” ungkapnya.

 Keterangan Kepsek tersebut dinilai kurang cocok, sehingga Ketua BK Irsan Efendi meminta arsip pembelian laptop, perusahaan penyedia barang, NPWP, SIUP, TDP atau tanda faktur toko. Permintaan Ketua BK itu tidak bisa disanggupi Kepsek dengan berbagai alasan.

Sekolah dasar lainnya yang dikunjungi adalah SDN 200110/15 Kelurahan Kantin, Kecamatan Padangsidempuan Utara. Di sekolah ini, rombongan DPRD dan Dinas Pendidikan mendapat keterangan dari Kepsek Rahmasari,  sekolah tersebut  tahun ini membeli 1 unit infocus dari dana BOS dari pihak swasta yang sudah lama bermitra dengan sekolah tersebut. Bahkan Rahmasari mengakui selama 6 tahun ini membeli barang sejenis untuk mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar di sekolah. "Tidak ada intervensi dari pihak mana pun, murni kebutuhan sekolah, makanya kami beli bertahap," ujarnya.

Atas pengakuan Kepsek tersebut, DPRD meminta Disdik menyerahkan semua berkas sekolah yang membeli laptop, infocus, printer atau buku ke DPRD untuk keperluan penelitian selanjutnya. (E08/f)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru