Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Kabut Asap di Labuhanbatu dan Tanjungbalai Semakin Pekat

- Sabtu, 12 September 2015 18:23 WIB
319 view
Kabut Asap di Labuhanbatu dan Tanjungbalai Semakin Pekat
Rantauprapat (SIB)- Rantauprapat sudah mulai tampak bersih dari selimut kabut asap setelah hujan deras mengguyur Rabu (9/9) sore. Namun Jumat (11/9), kabut asap kembali pekat membuat daerah ini siang seperti menjelang malam.

"Balik pula kabut asap ini ya. Padahal, kemarin sudah mulai tampak bersih," kata seorang warga, Effendi, Kamis (3/9), di Rantauprapat.

Jarak pandang akibat kabut asap ini hanya 50-60 meter. Pengendara mesti berhati-hati dalam mengemudikan kendaraan di jalan raya.

"Jarak pandang paling 60 meter. Makanya mesti pelan-pelanlah bawa kendaraan," ujarnya.

Namun, masyarakat belum begitu menyadari dampak buruk dari kabut asap yang semakin pekat. Di jalan raya, sangat jarang terlihat pengendara sepedamotor menggunakan masker, baik anak sekolah maupun orang dewasa.

Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Labuhanbatu dr H Alwi Mujahid Hasibuan MKes semakin prihatin atas kabut asap yang semakin pekat di langit Rantauprapat-Labuhanbatu. Kadis pun kembali mengimbau masyarakat agar menggunakan masker saat keluar dari rumah, apalagi mengendarai sepedamotor.

"Mari kita pakai masker. Ya, kalau boleh kurangi kontak dengan luar ruangan, apalagi yang punya anak kecil," ujarnya.

Menunggu Bantuan Pemprovsu

Kabut asap kembali menyelimuti Kota Tanjungbalai, Jumat (11/9). Khawatir terserang penyakit, warga minta Pemko Tanjungbalai tanggap terhadap kabut asap.
Beberapa hari terakhir Kota Tanjungbalai tidak diselimuti kabut asap karena turunnya hujan di kota pesisir pantai timur Sumatera ini.

Jumat (11/9) kabut asap kembali menyelimuti Kota Tanjungbalai. Warga mulai resah dan khawatir terjangkit penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), batuk-batuk dan mata perih. "Maunya pemerintah di kota ini melakukan upaya nyata seperti pemberian masker kepada warga, tapi sejak kabut datang tak pernah ada terlihat pejabat pemerintah membagi-bagikan masker," ujar R Silitonga kepada SIB, Jumat (11/9) yang mengaku sepekan terakhir menderita batuk dan mata perih.

Warga kecewa terhadap Pemko Tanjungbalai yang terkesan tidak peduli. "Pemko jangan bungkam, sampaikan kepada masyarakat sejauh mana tingkat bahaya kabut asap yang menyelimuti Tanjungbalai. Kita memang awam tentang itu tapi setiap kabut asap datang penyakit pun bermunculan, ini buktinya kabut membawa penyakit yang harus diantisipasi pemerintah," kata R Pangaribuan tokoh pemuda Tanjungbalai.

Kadis Kesehatan Azhari Sima yang dihubungi SIB via telepon seluler, Jumat (11/9) mengaku sedang dalam perobatan atas penyakit yang dideritanya.

"Tak ada biaya kita untuk itu. Belum ada bantuan dari Pemprovsu, lagi menunggu," kata Azhari.

Amatan SIB, kabut asap kembali menyelimuti Tanjungbalai sejak Jumat (11/9) pagi. Sebelumnya kabut asap menghilang setelah turunnya hujan lebat dalam beberapa hari terakhir di Kota Tanjungbalai. (D10/D19/f)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru