Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Jenazah TKW Asal Pematangsiantar Tertahan 12 hari di RS Malaka Malaysia

- Senin, 14 September 2015 20:19 WIB
680 view
Jenazah TKW Asal Pematangsiantar Tertahan 12 hari di RS Malaka Malaysia
SIB/Mangasi Hasinggan Simanjorang
Franki Simanjuntak (kiri) anak kandung Marta Saragih Garingging, Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Malaysia Asal Pematangsiantar saat menceritakan seputar jenazah orangtuanya masih tertahan di Rumah Sakit Malaka, Malaysia. Sabtu (12/9).
Pematangsiantar (SIB)- Jenazah Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Pematangsiantar, Marta Saragih Garingging (51) yang bekerja di  Malaysia hingga, Sabtu (12/9) belum bisa kembali ke tanah air. Padahal, sudah dua belas hari jenazah ibu tiga anak ini tertahan di sana. Tidak diketahui persis, apa penyebab jenazah warga Jalan Sekata, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara ini belum bisa kembali. Menurut keterangan anak korban, Franki Simanjuntak yang ditemui SIB di kediamannya, jenazah orangtuanya tersebut masih tertahan di salah satu rumah sakit di Malaka,  Malaysia.

"Bapakku (Jisman Simanjuntak) sudah tiga hari di sana (RS Malaka). Bapak berangkat hari Rabu (9 /9). Sampai hari ini jenazah mamak  belum bisa dilihat bapak. Bapak pun di sana sudah menyerah, karena sudah tak ada lagi uangnya," terang Franki yang merupakan anak paling bungsu dari tiga bersaudara ini. Dia juga mengatakan orangtua laki-lakinya itu menginap di Kedutaan Besar (Kedubes) RI di Malaysia, Sabtu (12/9) sekira pukul 15.30 Wib.

Diketahui meninggalnya orangtuanya, kata Frengki bermula dari informasi  salah satu kerabatnya yang bekerja di negara jiran. Kerabatnya melalui sambungan telepon mengatakan bahwa orangtuanya tersebut telah meninggal di rumah sakit. "Paribanku nya (sepupu) yang memberitahu kepada kami bahwa mamak sudah meninggal di situ. Kata paribanku itu jenazah mamakku sekarang masih di rumah sakit," terangnya sembari mengatakan setelah mendapat kabar duka itu, lantas keluarganya pun memutuskan untuk menjemput jenazah.

Sementara adik ipar korban, Jesman Simanjuntak mengatakan kematian kakak iparnya diduga karena dianiaya  oknum Polisi Diraja Malaysia. Pasalnya, sebelum meninggal kakak iparnya yang masih empat bulan bekerja di Negara tetangga tersebut diketahui terjaring razia Polisi Diraja Malaysia. "Menurut kerabat kami yang ada di sana, katanya kakakku itu terjaring razia oleh Polisi Diraja Malaysia pada  3 Agustus 2015. Pada tanggal 1 September 2015 kakak itu masuk rumah sakit langsung meninggal. Kata kerabat kami itu dia disiksa di sana. Bayangkan lah masak langsung meninggal setelah dibawa ke rumah sakit. Sementara kakak ku itu sehat nya kami tahu," curiganya.

Ketika ditanyai apa alasan pihak Polisi Diraja Malaysia tidak memperbolehkan abangnya (Jisman)  melihat jenazah Marta Saragih Garingging , Jesman mengatakan tidak mengetahui persis apa penyebabnya, karena untuk komunikasi saat ini tidak dapat terhubung. "Semalam masih bisa nya aku komunikasi dengan abang itu. Tapi sekarang dari tadi pagi sampai sekarang tak bisa lagi kuhubungi abang itu," jelas Jesman seraya berharap jenazah kakak iparnya itu cepat kembali ke rumah untuk disemayamkan.  (Dik/MS/c)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru