Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Sikapi Pilkada Serentak, Moderamen GBKP Gelar Pendidikan Politik

- Selasa, 15 September 2015 20:43 WIB
555 view
Sikapi Pilkada Serentak, Moderamen GBKP Gelar Pendidikan Politik
SIB/Theopilus Sinulaki
PILKADA: Moderamen GBKP gelar pendidikan politik jelang Pilkada serentak 2015. Tampil sebagai pembicara Divisi Teknis KPU Sumatera Utara Benget Silitonga dan anggota KPUD Karo Gemar Tarigan, Senin (14/9) di Zentrum GBKP Kabanjahe.
Tanah Karo (SIB)- Pemilihan kepala daerah (Pilkada) di 204 kabupaten/kota akan digelar secara serentak pada 9 Desember 2015 mendatang dan untuk Sumut 23 kabupaten/kota. Hal tersebut disampaikan anggota Komisi Pemilihan Umum Sumatera Utara Benget Silitonga didampingi Gemar Tarigan anggota KPUD Karo dalam acara Pendidikan Politik yang diadakan Moderamen GBKP,  Senin (14/9) di Zentrum GBKP Kabanjahe.

Lebih jauh disampaikan Benget Silitonga tentang teknis pemilihan kepala daerah serta dasar hukum Pilkada. Hal-hal yang berubah dari Pemilukada sebelumnya dan lain sebagainya. Dalam kaitannya dengan gereja, Benget Silitonga mengajak agar Badan Pekerja Majelis Klasis GBKP se-Sumatera Utara dan Kategorial GBKP agar ikut mengawasi proses pemilihan kepala daerah dan melaporkan ke panitia pengawas Pemilu apabila ditemukan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh salah satu calon. Dia juga mengatakan GBKP harus membuat suatu konsep yang akan diberitahukan kepada semua jemaat tentang kriteria-kriteria calon kepala daerah dan sudah saatnya gereja berani mendukung hal-hal yang baik dari kepada daerah dan memberikan kritik apabila ada hal-hal yang tidak sesuai.

Ketua Umum Moderamen GBKP Pdt Agustinus P Purba STh MA dalam khotbahnya melalui kitab Pilipi 1:3-8 mengingatkan tentang dinamika demokrasi menjelang Pilkada akan memanas. Namun demikian jemaat GBKP tetap di jalan Tuhan. Seperti yang disampaikan Paulus, di tengah-tengah benyaknya godaan dan cobaan tetapi tetap berjalan dalam jalan Tuhan dan tetap menjalankan tugasnya dalam memberitakan injil.

Lebih tegas dikatakan ketua umum Moderamen bahwa GBKP tidak berpolitik praktis dengan menunjuk salah satu nama calon karena hal itu akan menimbulkan perpecahan dalam jemaat yang hidup di tengah-tengah perbedaan pendapat dan pilihan.

“Saya tegaskan bahwa GBKP tidak berpolitik secara praktis dengan menunjuk nama tertentu sebagai calon yang didukung, karena hal tersebut dapat berpotensi menimbulkan perpecahan di tengah-tengah jemaat yang hidup dengan perbedaan pendapat dan pilihan. Namun kita tetap terbuka apabila ada calon yang datang ke kantor Moderamen GBKP untuk didoakan,” ucapnya.

Anggota KPUD Karo, Gemar Tarigan dalam acara tersebut menjelaskan tentang tahapan-tahapan yang akan dijalani oleh semua calon kepala daerah mulai dari awal sampai pada saat pemilihan. Dia juga mengatakan bahwa 80% dari masyarakat karo belum menentukan pilihan kepada salah satu calon karena berbagai hal. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh gereja, untuk memberikan pendidikan politik sehingga mereka dapat menentukan pilihan yang terbaik.

“Menurut pendapat saya, hingga saat ini masih 20 % masyarakat Karo yang sudah menentukan pilihan, sedangkan 80% lagi masih “mengambang”. Hal ini dapat dimanfaatkan GBKP untuk memberikan pendidikan politik sehingga nantinya akan terpilih pemimpin yang terbaik” jelasnya.

Sekretaris Umum Moderamen GBKP Pdt Rehpelita Ginting STh MMin  yang juga sebagai moderator menyampaikan beberapa hal yang dihasilkan dalam kegiatan tersebut agar Klasis-klasis dan kategorial satu suara menolak politik praktis, memberikan masukan-masukan sebagai rekomendasi dalam pembuatan surat penggembalaan kepada jemaat terkait pemilihan kepala daerah mendatang. (B02/q)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru