Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

APBD Simalungun 2015 Rp 2,1 T, Realisasi Rp 1,1 T

- Rabu, 16 September 2015 21:43 WIB
312 view
APBD Simalungun 2015 Rp 2,1 T, Realisasi Rp 1,1 T
Simalungun (SIB)- Serapan APBD Kabupaten Simalungun tahun 2015 Rp 2.167.169.703.240,60 dan hingga kini sudah realisasi Rp 1.157.619.778.337,5. Sedangkan realisasi serapan secara fisik APBD Simalungun kini mencapai Rp 358.037.696.636.

Hal itu diuraikan Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Simalungun Ir Jhon Sabiden Purba Mum didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Mixnon Andreas Simamora SIP MSi dan Kabid Keuangan Dispenda Frans Novendry Saragih SSTP, Jumat (11/9). 

Keuangan Pemkab Simalungun disimpan di Bank Sumut. Memilih Bank Sumut, kata Jhon Sabiden, karena Pemkab Simalungun merupakan salah satu pemegang saham Bank Sumut bahkan ketiga atau keempat terbesar di Sumatera Utara. 

Dijelaskan juga bahwa serapan anggaran fisik APBD Simalungun tahun 2015 sebesar Rp 698.325.592.515 dan sudah realisasi Rp 358.037.696.636. Menurut mereka, serapan anggaran cukup baik dibandingkan daerah lain.

“Contohnya, ADD (anggaran dana desa) masih banyak daerah yang 0 %, Simalungun sudah 80 %. Simalungun cepat memberikan sosialisasi kepada aparatur desa untuk segera memanfaatkan dana ADD. Semua penyerapan anggaran sudah cukup bagus di Kabupaten Simalungun,” kata Mixnon.

“Hanya kendala, sumber penerimaan, baik dari dana-dana perimbangan dari pusat maupun dari daerah. Itu yang masih kurang, termasuk dari provinsi. Jadi bukan penyerapannya yang kurang, tapi sumbernya yang tidak datang seperti dari pusat dan provinsi,” imbuhnya.

Disinggung soal besaran serapan anggaran secara fisik dan keuangan APBN tahun 2015, mereka belum dapat menguraikannya lantaran data lengkap tidak ada di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset, begitu pula di Bappeda. Alasannya, penerima dana APBN per-SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah).        

“Sampai sekarang belum dilaporkan kepada kita yang mendapat APBN per-SKPD. Akhir tahun, baru bisa dapat data APBN, itu pun kalau dilaporkan per-SKPD,” kata mereka. (C05/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru