Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Sinabung Meletus Lagi, Kota Kabanjahe Ditutupi Awan Gelap

- Rabu, 16 September 2015 21:58 WIB
284 view
Sinabung Meletus Lagi, Kota Kabanjahe Ditutupi Awan Gelap
Kabanjahe (SIB)- Gunung Sinabung di Kabupaten Karo kembali meletus dengan kolom abu erupsi sekitar tiga kilometer, Selasa.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, aktivitas Gunung Sinabung itu terjadi sebanyak tiga kali sejak Selasa pagi.
Pada pukul 05.25 WIB, terjadi erupsi pertama dengan tinggi kolom erupsi 2.500 meter dan memunculkan awan panas dengan guguran sejauh 3.000 meter ke arah timur dan tenggara.

Kemudian, pada pukul 05:36 WIB, kembali terjadi erupsi dengan tinggi kolom 2.000 meter dan awan panas sejauh 3.000 meter ke arah arah timur dan tenggara.
Sedangkan erupsi ketiga terjadi pada pukul 08.20 WIB dengan tinggi kolom 3.000 meter dan awan panas sejauh 4.000 meter ke arah timu dan tenggara.

Banyaknya abu vulkanik yang keluar dari erupsi Gunung Sinabung tersebut menyebabkan berbagai lokasi di Kabanjahe dan Berastagi mengalami hujan abu yang cukup tebal.
"Letusan ini adalah yang terbesar dalam seminggu terakhir," katanya.

Dengan aktivitas yang ada, Gunung Sinabung tetap diberlakukan status Awas (level IV) karena mengalami tremor secara terus menerus, dan berpotensi erupsi susulan.

Meski mengalami letusan, tetapi BNPB mencatat tidak adanya penambangan pengungsi yang masih berjumlah 2.572 jiwa atau 9.313 kepala keluarga.

Awan Gelap

Kora Kabanjahe gelap ditutupi awan dan dihujani abu dan pasir erupsi Sinabung, mulai pukul 08.30 sampai sekitar pukul 10.00 WIB. Erupsi membuat warga terkejut dan berhamburan mencari tempat berteduh. Angkot, mobil pribadi yang parkir atau pun yang bergerak ditutupi abu. Warga tampak mondar-mandir mendapatkan masker dari toko ke toko maupun dari sesama warga.

"Kita sudah terjunkan berkisar 100 personil TNI menjaga batas-batas memasuki zona merah. Yang paling kita khawatirkan ada warga ataupun pekerja "aron" berada di ladang di kawasan zona merah. Mengantisipasi tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan seperti 17 warga yang tewas kena awan panas awal 2014 lalu, maka kita jaga. Selain itu kita juga membagikan masker kepada warga ataupun pendatang untuk menjaga kesehatan mereka," tandas Dandim 0205/Tk Letkol INF Agustatius Sitepu.

Demikian juga dikatakan Bupati Terkelin Brahmana didampingi Camat Kabanjahe Glora  Fajar Purba dan Camat Namanteran, Kasman Sembiring
Pihaknya telah kemmbagikan masker kepada warga dan mempersiapkan truk tangki air untuk menyiram badan jalan ataupun halaman kantor. Hujan abu dan pasir sangat mengganggu aktivitas semua warga. “Karenanya kita akan siram abu dan pasir yang menutupi permukaan bumi dan atap bangunan dan semua jenis kenderaan,” ujar Purba.

"Sampai siang, Selasa, (15/9) debu vulkanik di Berastagi dan Kabanjahe cukup tebal masih kelihatan beterbangan. Namun masyarakat yang berjualan dan pengemudi angkutan kota masih beraktivitas seperti biasa," ujar Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, Jhonson Tarigan kepada wartawan ketika dihubungi melalui telepon selulernya

Sementara itu informasi yang dihimpun dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Sinabung, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Armen Putra mengatakan jarak luncur awan panas sejauh 4 kilometer mengarah ke timur-tenggara gunung.

Menurutnya, secara seismik, 20 kali gempa guguran, 2 kali erupsi dengan lama erupsi 217 - 337 detik,  2 kali gempa Hybrid, 6 x gempa frekwensi rendah,1 kali Gempa vulkanik dalam, dan tremor vulkanik menerus. “Aktivitas vulkanik masih tinggi dan status Gunung Sinabung tetap awas,”ungkapnya.

Sementara itu hingga selasa, data pengungsi Sinabung berjumlah 9.313 jiwa (2572 KK) yang ditampung di 9 titik posko pengungsian. Mereka berasal Desa Tiga Pancur, Desa Sukanalu, Desa Pintu Mbesi, Desa Sigarang-garang, Desa Jeraya, Desa Kuta Rayat, Desa Kuta Gugung, Desa Mardinding, Desa Kuta Tengah dan Dusun Lau Kawar. (Ant/BR2/B01/k)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru