Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Jembatan Plat Beton yang Ambruk di Pondok Bungur Belum Diperbaiki

- Kamis, 17 September 2015 22:06 WIB
541 view
Jembatan Plat Beton yang Ambruk di Pondok Bungur Belum Diperbaiki
SIB/Donal Tampubolon
Sudah 30 tahun silam jembatan di Dusun III desa Pondok Bungur Kecamatan Rawang Panca Arga Ambruk. Dan Hingga saat ini belum ada upaya perbaikan dari pemkab Asahan. Keadaannya kini sangat memprihatinkan, Rabu (16/9).
Kisaran (SIB)- Pemkab Asahan seperti tidak mendengar keluhan warga di dusun III Desa Pondok Bungur, Kecamatan Rawang Panca Arga. Meski sudah 30 tahun jembatan plat beton di desa tersebut ambruk, namun hingga kini belum sekalipun diperbaiki ataupun direnovasi.  Jembatan tersebut merupakan akses penting bagi warga setempat maupun bagi warga desa tetangga. Baik warga ataupun ternak sudah berulang kali terjatuh ke sungai saat melintas. 

Tuti Izrawati, Kepala Desa Pondok Bungur kepada SIB, Rabu (16/9) membenarkan, sebelum dia lahir jembatan itu sudah ada yang merupakan sarana transportasi  vital bagi warga yang terdiri dari 9 dusun, 105 KK dan 395 jiwa maupun bagi warga desa tetangga lainnya. Memang sampai saat ini belum ada perbaikan hanya warga dengan berswadaya memperbaikinya. Permohonan renovasi sudah diajukan namun belum ada tanggapan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan segera direnovasi, ujar kades memberi janji yang tidak pasti.

Junaidi, warga Dusun III mengatakan, desa mereka sudah ada sejak 60 tahun silam tetapi kenyataannya kini jauh tertinggal bila dibandingkan dengan desa tetangga sekitarnya. “Untuk sarana jalan saja belum ada satupun yang dihotmix, semua hanya jalan pengerasan. Memang ada jalan yang sudah dilapen itupun baru sekitar 2 tahun silam. Jadi desa ini seperti terisolasi dengan desa–desa lainnya, akses jalan sangat minim. Padahal di tempat inilah cikal bakal MTQ Asahan pertama kali digelar. Apa karena daerah kami ini berbatasan langsung dengan areal PT BSP, jauh dari desa-desa lain sehingga tidak ada pembangunan,” ujar Junaidi, warga setempat.                                                                                

Lanjutnya, keberadaan jembatan ambruk tersebut sudah berlangsung 30 tahun silam. Berulangkali pergantian Kades,  berulang kalipula Camat diganti tapi tidak ada satupun aparat terkait memberi perhatian lebih akan keberadaan jembatan tersebut, mereka tidur semua. “Kami, warga disini yang memperbaiki sendiri, bahkan sudah berulang-ulang warga maupun ternak kecebur ke dalam sungai.” 

Perlu diketahui, di bawah jembatan yang ambruk itu terdapat sungai yang merupakan saluran utama untuk mengairi persawahan di Rawang Panca Arga yang terdiri atas 5 desa. “Dari desa kami lah aliran sungai itu tapi kenapa jembatan yang ambruk sejak 30 tahun silam tidak sekalipun diperbaiki,” sebut Junaidi sangat heran. (D03/q)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru