Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Manajemen PT ABM Kotapinang Didesak Agar Mengutamakan Warga Setempat Rekrut Karyawan

- Kamis, 17 September 2015 22:09 WIB
827 view
Manajemen PT ABM Kotapinang Didesak Agar Mengutamakan Warga Setempat Rekrut Karyawan
Kampungrakyat (SIB)- Puluhan warga Desa Teluk Panji, Kecamatan Kampungrakyat, Kabupaten Labusel, Rabu (16/9) pagi, unjuk rasa di kantor manajemen PT Abdi Budi Mulya (ABM). Mereka mendesak pihak perusahaan mengutamakan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja di perusahaan itu.

Dalam orasi yang dipimpin Hermanto dan Nizar Qusoy Tambak menilai perusahaan itu tidak pro terhadap masyarakat setempat. Sebab dalam penerimaan karyawan untuk PMKS 2 PT ABM yang dilaksanakan baru-baru ini tidak banyak masyarakat setempat yang diterima.

"Kami masyarakat di sini menerima 100 persen polusi udara dan limbah perusahaan, sementara warga setempat yang diterima bekerja tidak sampai 80 persen. Lalu apa gunanya perusahaan ini beroperasi di kampung kami," katanya.

Pada kesempatan itu Nizar Qusoy Tambak juga mempertanyakan realisasi Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan kepada daerah sekitar. Sebab kata dia, selama ini tidak ada transparansi perusahaan dalam menyalurkan dana bina lingkungan tersebut.

"Semestinya keberadaan PT ABM memberi kontribusi positif terhadap masyarakat sekitar. Namun selama ini dana CSR tidak jelas penyalurannya," katanya.

General Manager PT ABM, Syahril Pane ketika menerima aksi itu membantah semua tudingan para pengunjukrasa. Menurutnya, proses rekrutmen karyawan PMKS 2 PT ABM dilakukan secara terbuka oleh lembaga profesional.

"Nggak ada yang ditutupi, seleksinya sangat terbuka. Kalau mengenai CSR kami selalu menyalurkan, datanya silahkan tanya ke Pemkab Labusel," katanya.

Dijelaskan, pada rekrutmen yang dilakukan beberapa bulan lalu itu, jumlah pelamar mencapai 315 orang, namun yang dibutuhkan perusahaan hanya 60 orang.
 Menurutnya, dari jumlah karyawan yang diterima tersebut 34 orang (54 persen) merupakan warga setempat.

"Sebanyak 18 persen merupakan warga Labusel dan 25 persen lainnya warga asal  Labuhanbatu. Nggak mungkin kami menerima 100 persen warga setempat, lalu bagaimana kesempatan bekerja warga Indonesia yang lainnya? Namun pada perekrutan sekuriti yang dalam waktu dekat dilaksanakan akan diprioritaskan warga setempat," katanya.

Meski tidak puas atas jawaban itu, massa akhirnya membubarkan diri. Mereka berjanji akan datang kembali untuk mendesak agar perusahaan itu merekrut 80 persen warga setempat sebagai karyawan dan menjelaskan realisasi CSR yang dikeluarkan. (D16/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru