Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Setelah Dites Tim Khusus Kementerian PUPR, Jembatan Siais Tapsel Dipastikan Aman Dipergunakan

- Jumat, 18 September 2015 18:57 WIB
648 view
Setelah Dites Tim Khusus Kementerian PUPR, Jembatan Siais Tapsel Dipastikan Aman Dipergunakan
SIB/Dok
LOADING TEST: Sejumlah ahli dari Kementerian PUPR disaksikan masyarakat melakukan pengujian pembebanan di jembatan Danau Siais, Tapsel untuk mengetahui apakah ada pergeseran struktur atau penurunan jembatan jika dibebani dengan kenderaan. Pengujian pembeb
Medan (SIB)- Jembatan Danau Siais (Jembatan Siais) di Desa Siais Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan dipastikan secara struktur aman untuk digunakan. Kepastian keamanan penggunaan jembatan sepanjang 125 meter itu diketahui setelah Tim Khusus Pengujian Jembatan dari Subdit Terowongan dan Jembatan Khusus Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  melakukan tes pembebanan (loading test) selama dua jam di atas jembatan, Kamis (10/9) lalu.

"Setelah menganalisis hasil loading test, Tim Khusus Kementerian PUPR yang dipimpin Anton Husen Purboyo ST MT, Rabu (16/9) petang kemarin, memberitahukan bahwa tidak ada pergeseran struktur selama test dilakukan. Dengan demikian jembatan tersebut aman untuk digunakan," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Ir Alamsyah kepada wartawan di Medan, Kamis (17/9).

Disebutkan, pengujian pembebanan dilakukan untuk mengetahui apakah jembatan mengalami penurunan apabila menerima beban kenderaan, yang menggunakan jembatan. Pengujian dilakukan dengan membebani jembatan seberat 80 ton dengan menggunakan empat dump truck masing-masing seberat 20 ton  lalu diukur dengan peralatan komputer dan water pass. Pembebanan dilakukan selama 2 jam penuh dan selama itu pula diamati dengan penggunaan teknologi apakah kemungkinan terjadi pergeseran struktur jembatan. Setelah dilakukan analisis, sama sekali tidak ada pergeseran struktur atau penurunan sehingga disimpulkan jembatan aman untuk digunakan, kata Alamsyah.

Diketahui, jembatan berbiaya sekira Rp 23 miliar itu dibangun tahun 2013 lalu dengan dana APBN. Namun setelah "open traffic" pada Desember 2013 terjadi pergeseran di salah satu ujung jembatan. Pihak Balai Besar Jalan dan Jembatan Sumut kemudian memperbaiki pergeseran jembatan yang diakibatkan oleh pergeseran struktur tanah.

Bersamaan dengan waktu perbaikan itu, berbagai laporan ke penegak hukum dan unjuk rasa telah dilangsungkan sejumlah komponen masyarakat mengkritisi pengerjaan proyek tersebut. Belakangan, pekan lalu. Belasan pemuda berunjukrasa di kantor Satker BPJN Sumut di Jalan Busi, Medan juga mempertanyakan pekerjaan itu. Mereka menuding bahwa jembatan sama sekali tidak bisa dipergunakan. Padahal pada saat itu sedang berlangsung pengujian di lapangan, yang kemudian memastikan tidak ada permasalahan lagi. Sebetulnya, kata Alamsyah, jauh sebelumnya pun jembatan itu telah digunakan masyarakat. Namun, untuk menghilangkan keraguan berbagai pihak dilakukan pengujian. Kini jembatan tersebut telah dipergunakan sebagaimana mestinya. (A10/q)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru