Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026

Disnak Langkat Belum Temukan Penyakit pada Hewan Kurban

- Rabu, 23 September 2015 15:57 WIB
270 view
Disnak Langkat Belum Temukan Penyakit pada Hewan Kurban
Langkat (SIB)- Dinas Peternakan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, belum menemukan penyakit yang membahayakan pada hewan ternak kurban baik hewan besar maupun pada hewan kecil.

"Kita sudah melakukan pemeriksaan secara intensif di beberapa sentra pengumpulan hewan ternak kurban," kata Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Langkat M Tambeng di Stabat, Selasa (22/9).

Pemeriksaan antara lain dilakukan di pengumpul ternak yang ada di Desa Petumbukan, Desa Karang Rejo dan Desa Ara Condong Kecamatan Stabat, katanya.
Disnak juga telah menerapkan sistem "jemput bola" dengan mendirikan posko pelayanan kesehatan hewan selama menjelang Idul Adha dan menyediakan dokter hewan yang siap terjun ke lokasi yang dituju.

Ada enam dokter hewan yang siap diterjunkan dukung sistim jemput bola itu yakni Sri Wahyuni, Titik Usfah Laly, Chalikul Bahri, Ashadi Mazalan, Yuniarti Sitompul dan Supriadi.

Tambeng memperkirakan pemotongan hewan kurban untuk tahun 2015 mencapai 7.200 ekor atau ada kenaikan dari tahun sebelumnya yaitu 6.800 ekor atau ada penambahan sebanyak 400 ekor.

Kenaikan terhadap pemotongan hewan kurban sekitar itu karena animo yang begitu besar dari masyarakat Langkat untuk melaksanakan kurban, demikian Tambeng.

Tambeng juga menegaskan bahwa terhadap pemotongan hewan kurban tidak akan dikenakan restribusi.

Sebelumnya, Disnak telah menyebarkan informasi seluasnya agar masyarakat yang hendak memotong hewan kurban memakai metode "ASUH" yaitu Aman, Sehat, Utuh dan Halal.

Sementara itu Kepala Bidang Kesehatan Hewan Abdul Rahman mengatakan prediksi kenaikan pemotongan hewan kurban sebesar 15 persen berdasarkan informasi yang sudah masuk ke instansinya.

Kalau tahun 2014, hewan kurban yang dipotong di Langkat mencapai 6.800 ekor, yang terdiri dari 3.900 ekor hewan kurban ternak besar dan 2.900 ekor hewan kurban ternak kecil.

"Jadi diprediksi ada kenaikan mencapai 15 persen untuk ternak besar maupun ternak kecil," katanya.

Diran, salah seorang peternak pengumpul yang ditemui mengungkapkan untuk sekarang ini ternak yang disediakannya sebanyak 150 ekor sudah semuanya habis terjual.

"Kami hanya tinggal mengantarkan kepada para pemesan pada hari H nantinya," katanya.

Diran juga mengungkapkan rasa bahagianya karena lembunya habis semua dipesan dan diharapkan pada tahun mendatang kondisi yang ada ini akan terus semakin baik sehingga rezekinya semakin bertambah dari penyediaan hewan kurban. (Ant/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru