Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026

Warga Kesal, Pembangunan Jalan Jamin Ginting Tanjungbalai Timbulkan Polusi

- Rabu, 23 September 2015 16:11 WIB
424 view
Warga Kesal, Pembangunan Jalan Jamin Ginting Tanjungbalai Timbulkan Polusi
SIB/Usni Pili Panjaitan
Polusi : Pengendara roda dua terpaksa menutup sebagian wajahnya menghindari terhirupnya debu material proyek pembangunan jalan, Selasa (22/9) di Jalan Jamin Ginting Kota Tanjungbalai.
Tanjungbalai (SIB)- Warga kesal pengerjaan proyek peningkatan struktur jalan propinsi di Jalan Jamin Ginting Kota Tanjungbalai menimbulkan polusi debu.

Berdasarkan data di papan plang proyek berbiaya Rp16.096.978.373, sumber dana APBD Sumut TA2015. Kegiatan pekerjaan tanah lapis pondasi agregat kelas A, B dan S pengaspalan hotmix AC-BC dan AC-WC dengan struktur pengembalian kondisi minor. Pelaksana kegiatan CV Swakarsa Tunggal Mandiri. Konsultan pengawas CV Pemeta Internasional, penanggung jawab UPTD Bina Marga Tanjungbalai. Masa kerja selama 180 hari.

Beberapa titik ruas jalan di Jalan Jamin Ginting sejak sepekan terakhir telah dilapisi hotmix. Sementara di lokasi berbeda (Jalan Jamin Ginting) sedang berlangsung pengerjaan lapisan ruas jalan menggunakan material base.

Warga heran bercampur kesal, pasalnya pasca pengerjaan polusi debu muncul di sepanjang ruas jalan, akibatnya warga sekitar dan pengendara yang melintas kecewa dengan kinerja rekanan dan penanggungjawab kegiatan.

"Coba bayangkan berapa lama pengerjaannya, sementara polusi debu terus mengancam kesehatan kami warga di daerah ini," kata Fitri (35) kesal karena khawatir polusi debu mengancam kesehatan dirinya dan keluarga serta tetangganya.

Warga mendesak agar dilakukan penyiraman ruas jalan yang menimbulkan polusi debu. "Lain lagi begitu mobil melintas, debu langsung berterbangan dan semakin pekat. Kita bangga jalan ini diperbaiki tapi janganlah sampai menimbulkan kekhawatiran warga. Seharusnya ada upaya untuk menghindari itu dengan menyediakan truk air untuk menyiram badan jalan," celoteh Eka (41) warga Datuk Bandar kepada SIB, Selasa (22/9) mendesak UPTD Bina Marga Tanjungbalai menyahuti keluhan warga.

Pantauan SIB, di lokasi ruas jalan yang sedang dikerjakan, para pengendara roda dua terpaksa menggunakan penutup mulut agar tidak menghirup debu yang ditimbulkan dari material proyek.

Selain diresahkan dengan masalah polusi debu, warga juga memertanyakan volume pekerjaan yang tidak tercantum di papan informasi proyek. "Mana data panjang dan lebar yang dikerjakan. Masyarakat berhak mengawasi perkembangan proyek, karena dana pembangunannya kan dari pembayaran pajak
masyarakat. Patut dicurigai adanya unsur kesengajaan sehingga tidak mencantumkan volume fisiknya. Ini bukti lemahnya tanggungjawab UPTD Bina Marga Tanjungbalai," tukas tokoh pemuda Tanjungbalai C.R Pangaribuan mensinyalir tidak terteranya volume kegiatan karena unsur kesengajaan. (D19/D17/h)







SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru