Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026

Presiden Tunda Kunjungan ke Tanah Karo

- Jumat, 25 September 2015 19:27 WIB
184 view
Presiden Tunda Kunjungan ke Tanah Karo
Medan (SIB)- Presiden Joko Widodo menunda kunjungan kerja selama dua hari ke Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara yang dimulai Kamis atau bertepatan dengan perayaan Idul Adha.

Melalui pesan singkat yang diterima di Medan, Kamis (24/9), Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Helfi Assegaf membenarkan penundaan kunjungan Presiden Joko Widodo tersebut.

Namun, juru bicara Polda Sumut tersebut tidak menjelaskan alasan penundaan kunjungan kerja selama dua hari ke Sumut itu.

"Iya, betul (tunda). Ada kegiatan (Presiden RI) yang lain," katanya tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Kepala Penerangan Kodam I Bukit Barisan Kolonel Inf Enoh Solehuddin yang dihubungi juga membenarkan penundaan kunjungan kerja Presiden Joko Widodo tersebut.

Informasi awal penundaan kunjungan Presiden Joko Widodo tersebut diketahui dari pihak protokol kepresidenan RI.

Meski kunjungan kerja Presiden Joko Widodo tersebut ditunda, tetapi tim kepresidenan masih berada di Kota Medan.

Pihaknya belum mendapatkan keterangan pasti mengenai penyebab penundaan kunjungan kerja Presiden ke Sumut tersebut.

"Namun informasinya, beliau mau ke Jambi, meninjau masalah asap," katanya.

Sebelumnya, diinformasikan Presiden Joko Widodo akan meninjau penanganan bagi pengungsi erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, termasuk pembangunan relokasi di kawasan hutan Siosar pada Kamis (24/9).

Setelah itu, pada Jumat (25/9) Presiden direncanakan meninjau lokasi pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara.

Sementara itu, spanduk menyambut kedatangan presiden sudah terbentang di Jalan Singa Kabanjahe menuju Siosar yang membuat warga antusias menyambut kedatangan RI1 tersebut. Bahkan Pemkab Karo pun segera melakukan perbaikan jalan yang berlobang-lobang menuju Siosar dengan spontan dan terburu-buru karena akan dilalui RI 1. Hal ini terlihat dari pantauan wartawan bahwa jalan-jalan yang semula kupak-kapik sudah diperbaiki. Karena jalur tersebut akan dilalui presiden seperti dari Jalan Jamin Ginting depan mesjid hingga ke Simpang Enam.

Terkait itu, warga pengungsi korban erupsi Sinabung yang tinggal di beberapa titik posko pengungsian merasa kecewa atas batalnya kedatangan  Presiden.
Mereka berharap dengan kedatangan Presiden untuk kedua kalinya dapat membawa solusi terbaru bagi ribuan pengungsi. “Kami tak ingin hidup hanya tergantung pada bantuan. Pengungsi ingin hidup layak seperti sedia kala. Dengan adanya lahan pertanian untuk bercocok tanam, pengungsi yakin mampu bangkit dan tidak bergantung pada orang lain seperti sumbangan-sumbangan. Kami sudah bosan tinggal berlama-lama di pengungsian,” ujar R Sitepu (50) pengungsi asal Desa Sukameriah kepada SIB, Kamis (24/9) di Kabanjahe.

Dia mengaku sudah mendapat rumah di Siosar namun dirinya tak ingin tinggal di sana. Karena fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas, dan areal pertanian belum tersedia. “Gimana mau tinggal di sana? Sementara fasilitas tersebut belum ada. Gimana kalau ada anak kami yang sakit mau berobat di mana? Dan sekolahnya bagaimana. Sementara Pemkab Karo tak ada menyediakan angkutan sekolah untuk anak-anak kami,” katanya sedih.

Menurutnya, relokasi tahap pertama untuk 370 KK yang masuk dalam radius 3 km zona merah terdiri dari tiga desa yakni Sukameriah, Bekerah Dan Simacem belum selesai juga. “Kami berharap sarana infrastruktur umum segera dibangun. Tanpa ada itu seluruh warga pengungsi tak ingin tinggal di lokasi tersebut,” katanya. (Ant/Dik MAS/f)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru