Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026

Proyek Jalan Propinsi Sorkam - Barus Berbiaya Rp 6,7 Miliar Berpotensi Diselewengkan

* Kepala UPT Bina Marga Sibolga Akui Material Tidak Sesuai Spesifikasi
- Sabtu, 26 September 2015 20:39 WIB
859 view
Proyek Jalan Propinsi Sorkam - Barus Berbiaya Rp 6,7 Miliar Berpotensi Diselewengkan
SIB/Jan Piter Simorangkir
TIDAK SESUAI SPESIFIKASI: Tanpa memerhatikan existing, penghamparan agregat base pada pelebaran dan perkerasan jalan propinsi Sorkam-Sigambogambo-Barus, Rabu (23/9), sudah dilakukan dan diduga menggunakan agregat yang tidak sesuai spesifikasi.
Tapteng (SIB)- Proyek peningkatan jalan propinsi Sorkam-Sigambogambo-Barus di Kabupaten Tapanuli Tengah berbiaya Rp 9.647.500.200 yang saat ini telah memasuki penghamparan dan pemadatan material (agregat base) badan jalan, diduga tidak sesuai spesifikasi dan berpotensi untuk diselewengkan.

Pantauan  SIB di titik pekerjaan yang sudah selesai dihampar dan dipadatkan tepatnya di Keluaran Binasi Kecamatan Sorkam Barat, Rabu (23/9), terlihat agregat base yang digunakan bukan batu berukuran  0,5 Cm (medium) atau batu 1-2 Cm dan tidak menggunakan abu batu. Sebagian besar tampak pasir dan mengandung lumpur. Selain itu, pelebaran perkerasan yang sudah terhampar material, tampak lebih banyak sirtu (batu bulat).

Amatan lain, penghamparan material yang berlangsung hari itu terlihat dikebut para pekerja dan diduga mengejar dilakukannya pengaspalan tanpa memperhatikan existing. Penggalian di bahu jalan hanya dilakukan pada kedalaman sekitar 18 Cm. Pembersihan dan penggalian di sejumlah titik juga diduga asal-asalan. Masih belum bersih, base sudah dihampar. Sementara base yang digunakan lebih banyak menggunakan batu bulat dan lebih banyak agregat halus.
”Jika pekerjaan sekarang tidak cepat dihentikan atau dibongkar, kita khawatir kontraktor akan mengaspal badan jalan yang sudah terhampar material yang mencapai 2 kilometer lebih itu. Maka kontraktor akan meraup untung besar sebab potensi penyelewengan dana proyek sangat besar, resikonya jalan ini akan cepat hancur,” sebut salah seorang warga di sana.

Dari informasi yang diperoleh, proyek sepanjang 3,5 kilometer ini dikerjakan PT Juanda Prima Engineering dengan jadwal pelaksanaan terhitung mulai 15 Juni 12 Desember 2015 (180 hari kerja). Pada saat pemantauan, pihak kontraktor tidak berada di lokasi proyek.

Tanpa Plank Proyek

Sejumlah warga sekitar juga mengaku, semenjak pekerjaan proyek dimulai mereka belum mengetahui secara mendetail pekerjaan proyek yang sudah terlaksana beberapa bulan tersebut. “Bagamaina kami mengetahui, papan proyek saja hingga kini belum tertancap di lapangan,” ucap JB Marbun, penduduk Kelurahan Binasi, Sorkam.

Saat ini hamparan material yang sudah dipadatkan telah mencapai 2 kilometer lebih. Pasangan material yang sudah dipadatkan dimulai dari titik Jembatan Aek Ujung arah Barus sekitar satu kilometer. Sementara dari titik yang sama ke arah Sorkam, juga sudah terpasang sekitar satu kilometer lebih. Diduga kuat, badan jalan akan segera diaspal dalam waktu dekat.

Kepala UPT  Dinas Bina Marga Sibolga Hasudungan Siregar saat dikonfirmasi SIB, Rabu (23/9) mengakui, material yang digunakan kontraktor tidak sesuai spesifikasi ketentuan umum. "Pihak Bina Marga Sibolga dan konsultan sudah berulang kali menyurati dan meminta kontraktor untuk memperbaiki, namun tidak diindahkan. Sejak awal kita telah meminta agar proyek tersebut  tidak dikerjakan asal jadi,” kata Hasudungan. (E06/y)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru