Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026

Orang Tua Siswa dan Mahasiswa Pengungsi Sinabung Mohon Kepastian Bantuan Beasiswa

- Sabtu, 26 September 2015 20:49 WIB
417 view
Orang Tua Siswa dan Mahasiswa Pengungsi Sinabung Mohon Kepastian Bantuan Beasiswa
SIB/Sonry Purba
KE SEKOLAH : Anak-anak pengungsi Sinabung hendak pergi ke sekolah dari salah satu posko penampungan beberapa hari lalu.
Tanah Karo (SIB)- Semangat belajar para murid dan mahasiswa anak pengungsi Sinabung untuk menimba ilmu di sekolah maupun bangku kuliah  tidak pernah pudar. Walaupun  para orang tua mereka sedang dalam ekonomi yang serba sulit untuk mencari biayai sekolah dan kuliah anaknya akibat terkena  dampak erupsi Sinabung.

Menurut penuturan S Br Karo (44) warga pengungsi asal Desa Sigarang-garang kepada wartawan, Kamis (24/9) bantuan beasiswa bagi anak sekolah pengungsi Sinabung perlu ada kepastian dari pemerintah. Warga pengungsi sedang dalam situasi yang sangat sulit karena telah kehilangan mata pencaharian dari bertani akibat erupsi Sinabung. Bagaimana mencari biaya sekolah anak, karena kami tidak bisa beraktivitas ke ladang akibat mengungsi,” katanya kami hanya bisa kerja upahan di ladang orang, buat membantu biaya sekolah anak namun tidak mencukupi. Saya mempunyai 2 anak kuliah di perguruan tinggi swasta di Medan, 1 sekolah di bangku SMA dan 1 lagi sekolah SD. Tentu, biaya keempat anak sekolah tersebut  cukup banyak sedangkan kami tidak bisa berladang karena mengungsi,” ungkapnya

Seingatnya, pemerintah pernah sekali memberikan bantuan beasiswa bagi anak sekolah pengungsi Sinabung. Pada saat itu, kalau tidak salah murid SD menerima sekitar Rp1 juta, siswa SMP Rp1,5 Juta dan SMA Rp2 juta yang disalurkan melalui BNI Kabanjahe. “Mulai sejak itu, anak kami tidak lagi pernah menerima bantuan  beasiswa dari pemerintah. Untuk itu, Pemerintah lebih serius memperhatikan atau memberikan bantuan biaya sekolah bagi pengungsi Sinabung. Kalau tidak, anak kami akan terancam putus sekolah karena faktor biaya tidak ada,” ujarnya.

Senada dengan itu, diutarakan  M.Ginting (48) yang juga warga pengungsi asal Desa Tiga Pancur,  Pemerintah harus serius untuk memikirkan kelanjutan pendidikan  anak pengungsi Sinabung, terutama biaya sekolah anak. Karena kami rata-rata telah kehilangan mata pencaharian dari bertani, dan harus meninggalkan desa, sebagian harta, rumah, menyelamatkan jiwa pergi mengungsi dampak erupsi Sinabung,” katanya.

“Apalagi saat ini, saya  mempunyai 4 orang anak sedang sekolah, 2  sekolah SD, 1 sekolah SMP dan 1 kuliah di perguruan tinggi negeri di Bengkulu. Mencari  biaya sekolah keempat anak tersebut cukup sulit, dan memerlukan biaya yang cukup besar. Sedangkan bantuan beasiswa dari Pemerintah, seingat saya baru sekali diterima, namun sekarang tidak ada lagi diterima entah apa sebabnya bang,” pungkasnya.

Dia  mengaku heran, mengapa bantuan beasiswa  bagi anak sekolah pengungsi Sinabung sempat terhenti diberikan, hati kami bertanya mengapa demikian, katanya mengakhiri.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo Saroha Ginting Melalui Kabid Dikmen Abdi Muham ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Jumat (25/9) mengatakan terkait beasiswa anak-anak sekolah pengungsi  dan para mahasiswa, pihaknya sudah mengusulkan hal tersebut ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayan termasuk berkoordinasi dengan Kopertis.

“Ada sekitar 925 mahasiswa yang terdaftar di PTS dan PTN.   Mengenai beasiswa untuk para mahasiswa telah diusulkan ke Kementerian Pendidikan,” ujar Abdi Muham tanpa menyebutkan kapan terealisasi beasiswa untuk para mahasiswa.

Sementara itu untuk beasiswa bagi para siswa, menurut Abdi Muham, beasiswa itu sudah diusulkan bagi sekolah masing-masing secara online. "Kita sudah usulkan mengenai beasiswa itu, namun hingga kini hasilnya belum ada,” pungkasnya. (B01/y)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru