Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 11 April 2026

Badan Bencana Daerah Kebut Perbaikan Irigasi yang Rusak Akibat Bencana dengan Gotong - Royong

- Jumat, 21 Maret 2014 11:31 WIB
2.077 view
 Badan Bencana Daerah Kebut Perbaikan Irigasi yang Rusak Akibat Bencana dengan Gotong - Royong
SIB : Helman Tambunan,SH
PERBAIKI IRIGASI : Anggota BPBD dan TNI/Polri bersama masyarakat bergotong-royong memperbaiki irigasi di Desa Simanosor, Tapteng, Kamis (20/3).
Tapteng (SIB)- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ir Bonaparte Manurung mengaku sedang berupaya mengebut perbaikan bendungan irigasi pertanian yang rusak akibat bencana alam, beberapa waktu lalu. Pihak BPBD sendiri mengerahkan pola gotong royong bersama masyarakat dan TNI/Polri.

"Kita sedang mengebut perbaikan irigasi yang diharapkan bisa berfungsi sebelum musim tanam pada bulan April ini," kata Bonaparte Manurung di sela gotong royong memperbaiki irigasi Tahalak Aek Kase dan irigasi Tahalak Aek Kejo di Desa Simanosor dan Huta Gurgur Kecamatan Sibabangun, Tapteng, Kamis (20/3/2014).

Amatan SIB di lokasi, sekitar 300-an masyarakat bersama TNI/Polri kompak bahu membahu membersihkan puing-puing dan sampah yang berserakan di tengah ambruknya bangunan bendungan dan parit. Gotong royong sendiri dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

Kata Kaban Bencana, pola gotong royong akan terus digalakkan hingga tali air benar benar berfungsi. Sementara untuk perbaikannya secara permanen, Pemkab akan mengupayakan anggarannya lewat bantuan pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun dana Kabupaten.

"Estimasi yang kita lakukan untuk perbaikan irigasi menelan biaya hingga Rp 1,2 miliar, tentu kalau hanya keuangan Pemkab Tapteng tidak cukup oleh karenanya kita akan mengupayakan dana pusat maupun provinsi. Ini salah satu atensi pak Bupati kepada Badan Bencana untuk segera mengambil langkah-langkah mengatasi permasalahan petani," tukas Bonaparte.

Sekedar diketahui, irigasi Tahalak Aek Kase dan irigasi Tahalak Aek Kejo di Desa Simanosor rusak diterjang banjir bandang dari hulu sungai pebukitan pada Januari 2014 lalu. Irigasi tersebut merupakan satu-satunya sumber air untuk mengairi sekitar 350 hektar sawah masyarakat. Karena kerusakan Januari sehingga Pemkab Tapteng belum menampung biaya perbaikannya. Karenanya Bupati meminta BPBD untuk mengambil langkah-langkah. (E5/q)


Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 21 Maret 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru