Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026

206 Penderita HIV/AIDS di P Siantar

- Sabtu, 07 November 2015 22:49 WIB
256 view
206 Penderita HIV/AIDS di P Siantar
Pematangsiantar (SIB)- Jumlah penderita HIV/AIDS di Pematangsiantar semakin bertambah.

Demikian disampaikan Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Daerah Pematangsiantar Iswan Lubis didampingi stafnya Dedy dan Direktur LSM CBR Foundation (yang menangani dan mendampingi pasien HIV/AIDS) Agus Marpaung saat ditemui SIB di ruang kerjanya, Jumat (6/11).

Iswan menjelaskan, untuk tahun 2014 jumlah penderita HIV/AIDS 177 orang. Sedangkan pada tahun 2015 sebanyak 206 orang dengan kategori HIV 67 dan AIDS 139 orang. Dan ini merupakan ibarat fenomena gunung es dimana masih lebih banyak lagi penderita yang belum diketahui dari pada yang sudah diketahui.

Saat ditanya jumlah penderita HIV/AIDS yang meninggal dunia, Iswan mengatakan, berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan tingkat II RSUD Djasamen Saragih dan provinsi mulai tahun 2011 sampai dengan 2015, penderita HIV/AIDS yang meninggal dunia 81 orang. Untuk itu, sebagai tindakan antisipasi agar hal ini tidak semakin meluas dan bertambah, dokter Hendri dan M Syahfriadi dari perwakilan BPJS mengatakan menanggung biaya pasien HIV/AIDS dan mempermudah syarat-syarat pengurusannya. Selain itu menurut Permenkes nomor 21 tahun 2013 agar setiap Puskesmas wajib memeriksa ibu hamil apakah menderita penyakit HIV/AIDS.

Sementara itu Direktur LSM CBR Foundation Agus Marpaung menjelaskan, faktor penyebab terjadinya HIV/AIDS yaitu hubungan seks yang beresiko, penggunaan Narkoba jarum suntik maupun penggunaan jarum suntik secara beramai-ramai.

Terpisah, Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Esriani Saragih SKM membenarkan Permenkes tersebut. Ia menambahkan, untuk Kota Pematangsiantar dalam pemeriksaan ibu hamil terhadap HIV/AIDS sementara waktu ini dilakukan oleh Puskesmas Tomuan dan Puskesmas Martoba. Untuk Puskesmas lainnya akan segera menyusul dan mempersiapkan tenaga medisnya. (DIK-HS/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru