Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026

Pelaksanaan Proyek Miliaran Rupiah di UPT PPI Labuan Angin Dilarang Diliput

* Kadis DKP Pemkab Tapteng Membenarkan Larangan Itu
- Minggu, 08 November 2015 22:47 WIB
286 view
Pelaksanaan Proyek Miliaran Rupiah di UPT PPI Labuan Angin Dilarang Diliput
Tapteng (SIB)- Mengaku diperintah Kadis DKP Pemkab Tapteng, seorang pekerja proyek bermarga Hutabarat di area UPT PPI Labuan Angin di Kecamatan Tapian Nauli Kabupaten Tapteng melarang masuk wartawan dan LSM yang hendak melakukan tugas peliputan dan investigasi lapangan terhadap sejumlah paket proyek bernilai miliaran rupiah yang sedang berlangsung di area tersebut.

Pantauan wartawan, dari balik gerbang besi pekerja tersebut menolak dan tetap tidak mau membuka pintu gerbang walaupun beberapa wartawan dan LSM terlihat sudah membujuk sekaligus menunjukkan identitas diri.

“Ini perintah Pak Kadis Perikanan, siapapun dilarang masuk walaupun wartawan atau LSM,” kata pekerja proyek tersebut.

Wilson Sitorus wartawan mingguan, Janlian Manalu Ketua Inteligen DPN LP2N RI, Ketua LP3TN-Indonesia Robert Hutagalung dan Ketua LSM LPPAS-RI Sibolga dan Tapteng Henry Lumbantobing kepada SIB, Rabu (4/11) mengaku kesal seraya menyayangkan sikap Kadis DKP Tapteng yang memberi perintah melarang pelaksanaan proyek tersebut diliput.

Menurut Robert, pelaksanaan proyek bersumber dari uang rakyat tidak perlu ditutup-tutupi namun harus transparan. “Sebenarnya tidak ada yang perlu ditutup-tutupi dalam pelaksanaan proyek seperti ini,” katanya.

Tidak lama kemudian, datang betor membawa bahan proyek berupa puluhan lembar papan dan langsung dibukakan pintu sementara untuk wartawan dan LSM pintunya tetap tertutup.

Tidak ingin bentrok dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, para wartawan dan LSM tersebut akhirnya meninggalkan lokasi.

Sementara itu, Kadis DKP Tapteng A Sitompul yang dikonfirmasi wartawan via seluler, Sabtu (7/11), membenarkan pelarangan tersebut untuk kenyamanan lingkungan.

“Benar demi untuk kenyamanan lingkungan, namun jika membutuhkan informasi kegiatan mohon dihubungi P2K,” jawabnya. (E04/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru