Berastagi (SIB)- Dengan segala kekurangan pada pelaksanaan Festival Danau Toba (FDT) 2015 di Berastagi, dapat kami maklumi dan kami mohon maaf. Bupati Karo Terkelin Brahmana yang berkenan menerima sebagai tuan rumah pelaksanaan FDT, Pemprovsu dan panitia ucapkan terima kasih atas dukungan beliau penyelenggaraan FDT yang dibuka, Kamis (19/11) sampai Minggu (22/11) dapat berjalan dengan baik dan sukses.
Demikian dikatakan Sekdaprovsu, H Hasban Ritonga SH dalam kata sambutannya sekaligus menutup FDT di Open Stage, Berastagi, Minggu (22/11).
Salah satu tujuan diselenggarakan FDT adalah untuk membina seni-budaya terutama daerah di kawasan Danau Toba. FDT juga memberikan dampak positif bagi perputaran ekonomi masyarakat. Terutama pedagang kaki lima, rumah makan, restoran dan perhotelan serta pengusaha transportasi. Semoga semua ini bermanfaat dan kita berjumpa dalam FDT 2016 yang akan dilaksanakan di Tapanuli Utara, ujar Ritonga.
Pada kesempatan itu juga, Bupati Karo Tekelin Brahmana SH melalui Asisten I, Suang Karo-karo menyerahterimakan berita acara pelaksanaan FDT kepada Sekdaprovsu Ritonga dan selanjutnya diserahkan kepada Kadis Pariwisata Taput, Drs Gibson Siregar.
Bupati Karo Terkelin Brahmana dalam sambutan tertulisnya dibacakan Suang Karo-karo mengatakan, permohonan maafnya atas kekurangan Pemkab Karo yang dihunjuk sebagai tuan rumah FDT 2015. Semoga dengan adanya koordinasi lebih baik di hari-hari mendatang, penyelenggaraan FDT dan even-even lainnya di kemudian hari dapat berjalan lebih baik, ujar bupati singkat.
Para juara
Sementara itu, MC Setia Pandia Cs pada penutupan FDT tersebut membacakan para juara yang dipertandingkan selama FDT. Vokal solo : juara I Hana Br Sinaga dari Batubara. Juara II, Hendra Manik dari Medan, juara III, Januari Sitompul dari Taput. Membidangi Geopark Kaldera Toba, juara I, Isak Aprianto Opusunggu dari Taput. G Silaban dari Humbahas. Dumayanti Silalahi dari Tobasa. Gandhi Siallagan dari Samosir. Jupiter Purba dari Simalungun. S Br Hotang dari Dairi dan Malem Ukur Ginting dari Tanah Karo.
Stand Up Comedi. Juara I, Fahri Sinulingga. Juara II, Emdoni Dermawan, juara III, Brema Andalta Surbakti. Fotografer. Juara I, Fiolin Dwi Cahya, Juara II, Fifi Rejeki dan juara III, Sempurnawati Barus. Design. Juara I, Adi Damanik dari P Siantar. Juara II, Roemanta Sembiring dari Berastagi dan juara III, Situr Siswantoro dari Surakarta, Jateng. Solu bolon. Juara I, Kab Samosir, juara II, Kab Humbahas dan juara III, Kab Taput berikut pertandingan renang, keduanya diselenggarakan di Balige. Binaraga dan paduan suara. Juara paduan suara, juara I, mahasiswa IT Del Tobasa, juara II, Nomensen Medan dan juara III, Humbahas.
Dibantah
Sekdaprovsu, Hasban Ritonga yang dikonfirmasi SIB di akhir acara penutupan tentang semrautnya penyelenggaraan FDT, baik fasilitas dan infrastruktur yang tidak diperhatikan pihak panitia, serta tidak adanya biaya pengamanan dan publikasi yang diributkan kalangan insan pers selama terselenggaranya kegiatan, mengaku tidak tahu soal tehnis. Dan ketika ditanya SIB lagi sekitar Rp 700 juta anggaran untuk pelaksanaan FDT belum disahkan di P-APBD Pemprovsu 2015, Ritonga juga tidak membantah belum seluruhnya disahkan di P-APBD Pemprovsu.
“Yang jelas di APBD murni sudah kita tampung,†ujar Ritonga dan mengingatkan wartawan SIB untuk tidak bertanya di luar dari anggaran dan pelaksanaan FDT. Kalau ada materi yang mau ditanya di luar FDT, silakan saja, kita jumpa di Medan saja, tambah Ritonga mengakhiri.
Dikritik
Camat Naman Teran, Kasman Sembiring SH kepada SIB di sela-sela penutupan FDT mengaku kecewa dengan pelaksanaan FDT. Katanya, selain kalangan pers dan seluruh komponen yang berpartisipasi dalam pelaksanaan FDT di luar panitia dari Pemprovsu tidak diperhatikan, juga peserta even yang dipertandingkan dibatasi.
“Saya mau mengikutkan anak saya peserta lomba renang di Balige. Tapi panitia melarang. Pesertanya khusus dari Balige saja, Pak. Demikian disampaikan kepada saya saat membawa anak saya ke Balige. Selain itu, tandasnya lagi, mengingat besarnya anggaran FDT 2015 sebesar Rp 4 miliar, perlu dipertanyakan kemana saja dialokasikan. Demikian juga stand-stand yang berpartisipasi selama FDT diselenggarakan, kemana dananya harus jelas. Tanah Karo hanya tinggal memungut sampah. Terus terang sajalah, apa tidak ada sekedar uang lelah kepada pihak kebersihan atau mereka-mereka yang berpartisipasi. Pihak Kepolisian, wartawan dan lainnya. Apa tidak ada kebijakan panitia. Penggunaan Rp 4 miliar anggaran FDT perlu diusut pihak penegak hukum. Kemana saja anggarannya digunakan. Sebab kita prihatin, mereka yang letih tidak diperhatikan,†kata Kasman Sembiring prihatin.
Pihak ketiga sebagai penyelenggara FDT, Apon didampingi Nasib Sianturi, satu-satunya panitia dari pihak Pemkab Karo ditanya SIB, Minggu (22/11) di lokasi FDT, seputar anggaran FDT tersebut, mengaku tidak ada anggaran untuk wartawan dan pihak-pihak yang berpartisipasi selama dalam pelaksanaan FDT di Berastagi.
“Dana yang dialokasikan untuk wartawan di Tanah Karo hanya waktu temu pers sebelum diselenggarakan FDT di kantor Bupati Karo di Kabanjahe. Selain itu tidak ada, Pak,†ujar Apon tenang.
(BR2/q)