Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 30 Oktober 2026

Anggota DPRD Labuhanbatu dan Staf Donor Darah di Hari Ibu

- Senin, 28 Desember 2015 19:36 WIB
362 view
Anggota DPRD Labuhanbatu dan Staf Donor Darah di Hari Ibu
Rantauprapat (SIB)- Memperingati hari ibu ke-87, anggota DPRD Labuhanbatu beserta istri dan para staf sekretariat, donor darah. Kegiatan dirangkai lomba membuat nasi goreng, Selasa (22/12) siang, di pelataran parkir DPRD Jalan Sisingamangaraja Rantauprapat. Donor darah dibantu petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Labuhanbatu.

Lomba memasak nasi goreng diikuti isteri para anggota DPRD. Ketua DPRD Labuhanbatu Dahlan Bukhari dalam sambutannya menyebut Hari Ibu 22 Desember ditetapkan Presiden Soekarno melalui Dekrit Presiden No.316 tahun 1959, dan dirayakan secara nasional setiap tahun hingga saat ini. Menurutnya, peringatan Hari Ibu di Indonesia saat ini lebih pada ungkapan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu serta memuji keibuan para ibu. “Pada awalnya, peringatan Hari Ibu adalah untuk mengenang semangat dan perjuangan kaum perempuan khususnya kaum ibu, dalam upaya perbaikan kualitas bangsa.

Misi itulah yang tercermin menjadi semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama,” ungkap Dahlan. Diceritakannya, sejak 1912 sudah ada organisasi perempuan. Pejuang-pejuang wanita pada abad ke-19, seperti M Christina Tiahahu, Cut Nyak Dien, Cut Meutia, RA Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain, secara tidak langsung telah merintis organisasi perempuan melalui gerakan-gerakan perjuangan. Pada tanggal 22 hingga 25 Desember 1928, para pejuang wanita Indonesia dari Jawa dan Sumatera saat itu berkumpul untuk mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I (yang pertama) di Yoyakarta.

Pada Kongres Perempuan Indonesia pertama itu, yang menjadi agenda utama adalah mengenai persatuan perempuan nusantara, peranan perempuan dalam perjuangan kemerdekaan, peranan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa, perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita serta pernikahan usia dini bagi perempuan dan lain sebagainya. “Kalau kita melihat sejarah betapa heroiknya kaum perempuan (kaum ibu) pada saat itu dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, apakah sepadan dengan peringatan Hari Ibu saat ini yang hanya ditunjukkan dengan peran perempuan dalam ranah domestik? Misalnya dalam sebuah keluarga, pada tanggal tersebut seorang ayah dan anak-anaknya berganti melakukan tindakan domestik seperti memasak, menyuci, belanja, bersih-bersih dan kemudian memberikan hadiah-hadiah untuk sang ibu,” ujarnya.

Katanya, berbagai kegiatan pada peringatan Hari Ibu merupakan kado istimewa, penyuntingan bunga, pesta kejutan bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari. (D10/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru