Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Oktober 2026
Perayaan Natal Oikumene Tebingtinggi Dihadiri Ribuan Umat Kristen

Wali Kota: Revolusi Mental Sudah Disampaikan Yesus Kristus, Tidak Jalan Karena Pola Pikir Masih Primitif

- Selasa, 29 Desember 2015 23:45 WIB
660 view
Wali Kota: Revolusi Mental Sudah Disampaikan Yesus Kristus, Tidak Jalan Karena Pola Pikir Masih Primitif
SIB/Humala Siagian
FOTO BERSAMA : Wali Kota Tebingtinggi Ir H Umar Zuanaidi Hasibuan MM bersama pengkhotbah, Wakapolres, mewakili Ketua DPRD foto bersama dengan panitia, Minggu (28/12).
Tebingtinggi (SIB)- Revolusi mental yang disampaikan pemerintah sudah disampaikan Yesus Krisrtus ribuan tahun lalu, namun masyarakat dan pemerintah waktu itu banyak menerima tantangan karena yang dipakai masih pola fikir lama alias primitif. Dia juga mengatakan manusia sebagai mahluk spiritual membutuhkan  sentuhan tangan Tuhan dalam kehidupannya, jika itu tidak ada  maka manusia akan lebih buas dari srigala

Hal itu disampaikan Wali Kota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM saat memberikan sambutan pada Perayaan Natal Oikumene Kota Tebingtinggi, Minggu (27/12) di Lapangan Merdeka. Natal berlangsung sukses dan dihadiri ribuan umat Kristen se-Kota Tebingtinggi mengangkat tema “Hidup bersama sebagai warga kerajaan Allah,” (Kejadian 9:16) subtema “Dengan semangat Natal, mari jalin kerukunan, kesatuan dan kebersamaan di antara kita dan antara umat beragama sebagai warga kerajaan Allah di Kota Tebingtinggi,”.

Lebih lanjut Umar mengatakan, sebagai pribadi dan mewakili Pemerintah Kota Tebingtinggi mengapresiasi kegiatan ini, namun dia meminta agar di setiap perayaan keagamaan harus mengahadirkan Tuhan dalam hatinya, dirinya dan lingkungannya. “Untuk membagun Tebingtinggi yang paling dibutuhkan kebersihan hati, gereja bersih baik, kantor bersih baik, rumah bersih baik, lingkungan bersih baik tetapi semua itu tidak memiliki arti dan nilai kalau hati tidak bersih,” jelas Wali Kota.  

Sedangkan Ketua BKAG Kota Tebingtinggi Pdt Rittar Nababan dalam sambutannya mengatakan bahwa gereja tidak akan pernah berhenti berinovasi membangun suatu kemajuan baik yang bersifat fisik dan rohani. Sebab sesungguhnya fungsi gereja dalam dunia menjadi garam dan berkat.

“Kami atas nama gereja di Tebingtinggi mengajak seluruh masyarakat untuk merawat bumi, mengurangi pemakaian plastik, giat dalam penghijauan sebab perdamian kita juga tidak hanya kepada sesama manusia namun juga harus berdamai dengan citptaan lain yakni berdamai dengan alam,” jelas Pdt Rittar Nababan.

Ketua DPRD Kota Tebingtinggi dalam sambutannya disampaikan anggota DPRD Kaharuddin Nasution mengatakan Natal merupakan simbol dari kasih Allah yang terbesar sebab Natal mengajarkan umat kristiani harus mengasihi, berbagi dengan orang lain. Dia mengharapkan melalui perayaan Natal umat kristiani dapat memperbaharui semangat pengharapan dihati masing-masing serta mampu merefleksikan kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

“Natal harus disikapi sebagai upaya memotivasi pembaharuan iman, cinta kasih, kesederhanaan dan solidaritas sebagai cermin kepatuhan, Semangat ini hendaknya dapat diabadikan bukan hanya untuk umat kristiani saja tetapi lebih jauh untuk umat manusia pada umumnya,” jelas Kaharuddin Nasution.

Sedangkan Pdt Paradom Simanjuntak STh yang diundang dari Palembang dalam siraman rohaninya mengatakan dosa dimulai dari ‘kerakusan’  itu terbukti saat Tuhan memberikan kepercayaan kepada Adam dan Hawa yang waktu itu mereka ingin lebih sehingga jatuh dalam dosa. Begitu juga dengan keluarga Nuh yang diselamatkan dari air bah tetapi Nuh tidak bersyukur dan dia minum anggur yang berlebihan serta tidak sepantasnya lalu Tuhan marah. Begitu juga Lot, Tuhan sempat percaya, namun dia jatuh ke dalam dosa karena mengawini orang yang tidak pantas dikawini, “Dosa yang dibuat mereka adalah dosa yang tidak mensyukuri apa yang sudah diberikan Tuhan, dan karena kerakusan ingin lebih itulah yang membuat orang jatuh dalam dosa.

Ketua Panitia Ogamota Hulu SH didampingi Sekretarisnya Esbon Sihombing dalam laporannya mengatakan semenjak terbentuk kepanitian, mereka telah melakukan rangkaian kegiatan diantarannya berkunjung ke pantai asuhan, memberikan bantuan kepada keluaraga miskin, memberikan bantuan 2 ton beras kepada warga kristiani yang kurang mampu serta melaksankan lomba kebersihan antar gereja Juara I HKBP Kota Baru, Juara II HKBP Maranatha dan Juara III Gereja Katolik St Yoseph Tebingtinggi. (C17/y)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru