Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Selama 2015, Kinerja PLTU Sumut 2 Pangkalansusu Menjadi Sorotan

* Sejumlah Insiden Terjadi, Menimbulkan Korban Luka-luka
- Rabu, 30 Desember 2015 21:45 WIB
969 view
Selama 2015, Kinerja PLTU Sumut 2 Pangkalansusu Menjadi Sorotan
SIB/Dok
TAMBANG: Crane tumbang di lokasi PLTU Sumut 2 Pangkalansusu.
Pangkalansusu (SIB)- Kinerja PLTU Sumut 2 Pangkalansusu di bawah kepemimpinan manajer proyek, M Yusuf mendapat sorotan dari sejumlah kalangan. Pasalnya, selama tahun 2015 sedikitnya ada enam kali insiden fatal yang mengakibatkan operasional PLTU terganggu bahkan mengakibatkan pasokan energi listrik PLN Wilayah Sumut terputus.

"Beberapa kali insiden terjadi mengakibatkan suplai energi listrik putus termasuk sejumlah tenaga kerja mengalami luka-luka parah akibat kecelakaan kerja. Hal ini mengindikasikan kegagalan sang oknum manajer dalam memimpin," ujar seorang pemerhati hukum di Langkat, Hasrizal, SH kepada SIB, Selasa (29/12).

Hasrizal meminta kepada Dirut PT PLN (Persero) untuk mengevaluasi kembali posisi, M sebagai Manajer Unit Pelaksana Kerja (UPK) Kitsum 2 Pangkalansusu, karena kinerjanya dinilai kurang profesional. "Banyak insiden terjadi saat yang bersangkutan memimpin," tegasnya.

Insiden yang terbaru terjadi, Minggu (20/12) sekira pukul 14:20 WIB, sebuah crane yang dioperasikan di lokasi PLTU tumbang hingga mengalami kerusakan.
Meski insiden crane yang tumbang milik IPB ( Indo Paci Bumi) di bawah naungan kontraktor asing PT Powerchina Sinohydro asal negara Beijing Cina itu tidak menimbulkan korban jiwa, tapi operasional pemancangan tiang beton akan menjadi terhambat, sebab perbaikan dan mendirikan crane yang tumbang pasti memakan waktu relatif lama, sambung Hasrizal.

Dalam konstruksi berat, lanjut dia, biasanya dibangun pondasi yang kokoh untuk menahan beban horizontal crane tersebut. Sementara, kata Hasrizal, tanah dasar di bawah tapak crane tersebut merupakan tanah timbun sehingga tak mampu memikul beban berat yang ada di atasnya sehingga crane rawan tumbang.

Menurut catatan SIB, di antara peristiwa yang terjadi seperti tiga unit tower Saluran Udara Tegangan EkstraTinggi (SUTET) roboh sehingga suplai listerik terputus dari PLTU Sumut 2 Pangkalansusu ke PLN mengakibatkan terjadi pemadaman listrik secara bergilir hingga sepekan lamanya khususnya di Kecamatan Pangkalansusu, Langkat dan beberapa daerah di Sumut.

Kemudian, tower emergency setinggi sekira 40 meter tumbang hingga masuk ke paluh (anak sungai) mengakibatkan dua dari tiga pekerja mengalami luka serius yakni Fachri dan Cristianto. Kedua korban ketika itu terpaksa dilarikan ke RS Pertamina Pangkalan Brandan untuk mendapatkan pertongan medis secara intensif. Sedangkan rekannya, Agung mendapat perawatan medis di Klinik Pertamina EP Pangkalansusu.

Tower ini tumbang setelah tali sling (penahan) yang tertancap di tanah rawa kawasan hutan mangrove terbongkar mengakibatkan tiga pekerja yang sedang beraktivitas di atas tower terjatuh seiring tumbangnya tower tersebut.

Sedangkan dua tenaga kerja asing asal China Guandong Power Enginering Corp (GPEC) yakni, Li Xuhui mengalami luka robek di bagian kepala dan terpaksa dirujuk ke RS Colombia Medan untuk perawatan medis setelah korban mendapat pertolongan di RS Pertamina Pangkalan Brandan. Sedangkan korban lainnya yakni, Luo Zhao dirawat di RS Pangkalan Brandan. Kedua korban mengalami kecelakaan kerja di lokasi PLTU Sumut 2 Pangkalansusu Pebruari 2015.

Bukan itu saja, dinding conveyor galeri PLTU Sumut 2 meledak diduga akibat akumulasi/tekanan gas batu bara dari ban berjalan pengantar batu bara ke rumah pemecah transfer tower 3. Saat terjadi ledakan sempat menimbulkan api. Akibat insiden ini operasional PLTU menjadi terganggu hingga sepekan lamanya distribusi listrik terputus dari PLTU ke PLN. Lagi-lagi terjadi pemadaman listrik secara bergilir.

Selanjutnya, tabung zat kimia clorint mega proyek 2 x 200 MW  PLTU Sumut 2 Pangkalansusu meledak Agustus 2015 lalu. Walau tidak menimbulkan korban jiwa, namun insiden ini sempat mengganggu operasional PLTU dan mengakibatkan ruangan di sekitar ledakan berantakan.

Selain itu, limbah batu bara  dibuang ke pesisir pantai tempat nelayan mencari nafkah bagi warga Desa Pulau Sembilan, Kecamatan Pangkalansusu. Limbah tersebut dibuang dari tongkang pengangkut batu bara ke PLTU oleh oknum-oknum tertentu seperti diberitakan SIB sebelumnya.

Manejer Unit Pelaksana Kerja (UPK) Kitsum 2 PLTU Pangkalansusu, M Yusuf ketika dihubungi SIB melalui selularnya, Senin (28/12) tidak bersedia menjawab meskipun  telepon genggamnya aktif. Begitu juga saat dihubungi lewat pesan singkat (sms), orang nomor satu di mega proyek PLTU ini enggan merespon. (B04/y)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru