Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Sejarah Baru Terukir Bagi Warga Karo, Ritual Erpangir Kulau Sukses

- Rabu, 30 Desember 2015 21:48 WIB
863 view
Sejarah Baru Terukir Bagi Warga Karo, Ritual Erpangir Kulau Sukses
SIB/Ist
BERI KETERANGAN : Paham Sebayang SE dan Pinta Bangun ketika memberi keterangan kepada wartawan.
Medan (SIB)- Sejarah baru terukir bagi penduduk Tanah Karo, khususnya yang bermukim dikawasan Kuta Seberaya, Kecamatan Tiga Panah. Pemuda Merga Silima (PMS) Sumut bekerjasama dengan seniman Karo telah berhasil melaksanakan ritual “Erpangir kulau” di daerah yang dianggap sangat kental dengan sejarah putri hijau tersebut.

Keberhasilan acara itu menjadi momen yang sangat bersejarah dan suatu kebanggaan bagi kesenian suku Karo. Pasalnya, selama ini tidak pernah ada satupun kegiatan yang bisa dilaksanakan dan diabadikan di tempat yang dikenal sangat sakral itu, ujar seminar Tanah Karo Pinta Bangun, Senin (28/12).
Selama ini tidak satupun orang atau warga yang berani melakukan kegiatan di sana. Sebab menurut ceritanya, siapapun yang berani melakukan kegiatan di tempat itu, akan mendapatkan bala.

Sejak dahulu, banyak sekali para tokoh Karo maupun orang dari luar daerah Tanah Karo yang mencoba melaksanakan kegiatan di lokasi yang terletak di sudut Desa Seberaya itu. Namun tidak satupun yang berhasil melakukanny, kata Pinta Bangun saat duduk bersama Ketua PMS Sumut Paham Sebayang SE.

Barulah kali ini, lanjutnya, DPD Pemuda Merga Silima (PMS) Sumut bersama seniman Tanah Karo Pinta Bangun, berhasil menggelar acara “Pehagaken Kerja Erpangir Kulau (Nehken Sura-Sura) Adat Karo, Erkata Gendang” di Kesain (Putri Hijau) Kuta Seberaya, Kecamatan Tiga Panah, Kab. Tanah Karo pada Sabtu (26/12). Acara ini merupakan acara ritual bagi masyarakat Suku Karo yang sangat langka dan hampir dilupakan.

Bahkan tak pernah dibayangkan, acara ini ternyata sukses besar. Sekitar 5 ratusan undangan yang berasal dari berbagai daerah di Sumatera Utara juga memadati kawasan tersebut.

Adapun seniman yang hadir dan memeriahkan acara tersebut, antara lain Luther Tarigan, Netty Vera br Bangun, Samuel Tarigan, Rita Mariani br Tarigan, RO Sanni br Tarigan, Unjuk br Ginting, Sabarina br Surbakti, Maharani br Tarigan, Jhon Tarigan dan Jusuf Perangin-angin. Hadir pula menghibur para undangan pada acara tersebut, Yanto Tarigan anak dari almarhum DR. Jasa Tarigan, yang dikenal hingga ke manca negara lantaran menjadi juara dunia alat petik Kulcapi di Piliphina.

Ketua DPD PMS Sumut Paham Sebayang SE mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan adat dan budaya suku Karo yang sudah lama terlupakan dan ternyata memiliki nilai seni yang tinggi. Bila terus dikembangkan, kegiatan ritual serupa di tempat bersejarah Putri Hijau ini akan dikenal hingga ke manca negara.

Untuk itu, dia menghimbau agar kegiatan serupa terus diadakan setiap tahun di tempat yang sama.

Paham Sebayang juga memerintahkan kepada anggota PMS agar melestarikan seluruh budaya Karo yang ada. (R12/h)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru