Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Puluhan Warga Demo KPUD Karo Minta Koreksi Hasil Penetapan

- Rabu, 30 Desember 2015 21:52 WIB
657 view
Puluhan Warga Demo KPUD Karo Minta Koreksi Hasil Penetapan
SIB/Marlinto Sihotang
Demo : Massa JPS demo di Kantor Panwaslih Karo Selasa (29/12).
Kabanjahe (SIB)- Puluhan warga yang tergabung dalam Jambur Pergerakan Sinterem (JPS) berunjuk rasa ke kantor KPUD Karo, meminta untuk mengkoreksi kembali, penetapan Paslon nomor urut 6 sebagai pemenang. Massa yang menyampaikan aspirasinya dengan mendatangi kantor KPUD, Kantor Panwaslih serta Kantor DPRD dikawal ketat personil Polres Karo, Selasa (29/12).

Personel kepolisian dengan siaga mengantisipasi kemungkinan yang terjadi dengan mengerahkan satu pleton pasukan yang tergabung dalam Mantab Praja 2015. Kapolres Karo AKBP Victor Togi Tambunan mengatakan, aksi demo JPS untuk meminta evaluasi atas penetapan pasangan calon nomor urut 6, sebab dinilai cacat dan bisa memicu keributan, oleh karena itu pengawalan harus dilakukan.

Dijelaskan Kapolres, massa JPS melakukan demo utamanya ke KPUD Karo. "Hari pertama demo fokus di Kantor KPUD kemudian mereka bergerak ke kantor Panwaslih dan DPRD. Karenanya kami turunkan personel. Pendemo akan melanjutkan aksi sampai aspirasi ditanggapi,” ujarnya.

Di tempat terpisah Nuel Sembiring salah satu anggota aksi demo mengatakan, keputusan KPUD Karo merupakan penetapan yang keliru dan tidak logika serta melanggar UU. Sesuai dengan UU No. 8 tahun 2015, Peraturan KPU No. 5 tahun 2015 dan PKPU No.9 tahun 2015 sehubungan adanya nama Cory Seriwati Sebayang sebagai calon wakil bupati Karo. “Pada tahap pendaftaran paslon Bupati dan Wakil Bupati Karo tanggal 26 -28 Juli lalu, tidak ada nama Cory Seriwati Sebayang sebagai peserta yang mendaftar, kenapa tiba-tiba ada nama Cory. Sementara saat mendaftar, Terkelin Brahmana berpasangan dengan Nursiana Surbakti bukan dengan Cory. Itu yang menjadi pertanyaan masyarakat,” ujar Nuel melalui telepon selulernya. (Dik MAS/y)






SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru