Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Oktober 2026

Masyarakat 16 Dusun di Tapteng Kecewa, Gagal Menikmati Listrik

*Kontrak Sudah Berakhir, Pekerjaan Belum Selesai
- Kamis, 31 Desember 2015 10:04 WIB
334 view
 Masyarakat 16 Dusun di Tapteng Kecewa, Gagal Menikmati Listrik
Tapteng (SIB)- Ribuan masyarakat yang bermukim di 16 dusun di Kabupaten Tapanuli Tengah kecewa, gagal mendapat penerangan listrik hingga akhir  2015 ini. Pasalnya, pekerjaan Program Management Office (PMO) PT PLN (Persero) kerjasama Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM bernilai Rp 8,5 miliar bersumber ABPN tersebut, belum selesai dikerjakan.

Informasi yang diperoleh SIB, pekerjaan pembangunan kabel dan tiang untuk Hantaran Udara Tegangan Menengah (HUTM), Hantaran Udara Tegangan Rendah (HUTR) dan Gardu Distribusi (Trafo) yang dikerjakan PT Wahana Mitra Multiartha, harusnya sudah selesai pada 20 Desember 2015, sesuai masa akhir perpanjangan kontrak kerja.

Namun, pantauan SIB, Senin (28/12), di beberapa lokasi, seperti Desa Hutabalang Dusun Rawang, Desa Simargarap II Dusun Simaung dan Desa Sanggaran II Dusun Muara Pinang, Kecamatan Sosorgadong dan Pasaribu Tobing dan Onan Ganjang, kabel belum ada yang terpasang, bahkan tiang belum berdiri.

Seorang sumber SIB di PT PLN Area Sibolga berinisial NL mengaku proyek Lisdes tersebut dikerjakan dalam  dua kontrak kerja, yakni pembangunan HUTM, HUTR dan Gardu Distribusi di Desa Pagaran Julu Dusun Sijambu Jambu, Losung Batu, Desa Muara Nauli Dusun Muara Karang, Desa Dolok Pantis Dusun I Arsam Arsam, III Pancur Natolu, Desa Pajar Dusun Pajar, Kecamatan Sorkam, senilai Rp3,9 miliar.

Pembangunan HUTM, HUTR dan Gardu Distribusi di Desa Hutabalang Dusun Rawang, Desa Bajamas Dusun SP II, Desa Sosorgadong, Manduamas Lama Dusun Batu Pati, Desa Sanggaran II Dusun Muara Pinang, Pagaran Dolok, Hutajulu, Pancur Godang, Pardundungan, Desa Simargarap II Dusun Simaung, Kecamatan Badiri, Sirandorung. Sosorgadong, Manduamas, Onan Ganjang, Pasaribu Tobing, dengan nilai Rp4,5 miliar.  Total nilai pekerjaan sekira, Rp8,5 miliar.

NL mengaku kecewa atas pekerjaan PT WMM yang terkesan memaksakan pekerjaan tetapi tidak mampu. Namun dia juga menyalahkan Kelompok Kerja Pengadaan Barang Jasa Satuan Kerja Listrik Pedesaan Sumatera Utara yang tidak jeli mengevaluasi perusahaan peserta tender, sehingga akhirnya masyarakat yang jadi korban.

Seorang warga Rawang, Ameria boru Zega (50) dan Hilda Laia (26) mengaku miris pihak rekanan tidak mampu menyelesaikan pekerjaan pemasangan instalasi jaringan kabel listrik yang sudah puluhan tahun didambakan warga Rawang sebelum Natal dan Tahun Baru.“Harapan kita sebelumnya listrik sudah terpasang di suasana Natal ini. Tapi kenyataannya sampai sekarang belum juga ada tanda – tanda listrik PLN akan menyala,” kata boru Zega diamini boru Laia.

Pengawas pekerjaan proyek yang juga Asisten Manager Jaringan PT PLN Area Sibolga, Mediansyah dan Pejabat Pelaksana Teknis Kerja (P2TK) PT PLN Wilayah Sumatera Utara, Parulian Simatupang yang dikonfirmasi SIB via pesan singkat, Selasa (29/12) belum memberikan jawaban. Padahal, kedua pejabat teras di PT PLN Wilayah Sumatera dan Area Sibolga itu sudah dikonfirmasi SIB hingga 3 kali. (E05/f)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru