Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Oktober 2026
Berbiaya Lebih Dari Rp 31 Miliar

Pengerjaan Pelebaran Jalan Negara Doloksanggul-Siborongborong Terkesan Asal Jadi

- Jumat, 08 Januari 2016 21:13 WIB
624 view
Pengerjaan Pelebaran Jalan Negara Doloksanggul-Siborongborong Terkesan Asal Jadi
SIB/Eben Ezer Pakpahan SPd
Hancur: Pemasangan Pavling Block trotoar bagi pejalan kaki sudah tampak hancur, padahal baru saja selesai dikerjakan. Foto dipetik, Kamis (7/1).
Humbahas (SIB)- Menelan biaya Rp 31.461.280.656,- bersumber dari APBN P tahun anggran (TA) 2015, proyek pengerjaan pelebaran jalan Negara menghubungkan Doloksanggul-Siborongborong yang dikatakan baru selesai dikerjakan itu, disayangkan sejumlah warga Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) karena terkesan asal jadi.

Akim Purba (30) warga di sekitar lokasi pengerjaan, saat ditemui SIB, Kamis (7/1) mengeluhkan selain waktu pelaksanaan kerja yang dianggap molor dari waktu tertera di plang proyek dengan masa pelaksanaan 180 hari kalender, oleh pihak SSL itu juga mengatakan bahwa hasilnya tidak memuaskan.
Ditemukan sejumlah dinding bangunan pembatas jalan/saluran drainase yang baru saja selesai dikerjakan, banyak mengalami retak-retak.

“Kalau saya tidak salah lihat kemarin di plang proyek, pekerjaan ini ditargetkan selesai akhir November 2015. Namun nyatanya, pekerjaan ini masih terus berlanjut bahkan hingga sekarang. Sudah itu pun, lihat saja dinding pembatas jalan di sekitaran saluran parit ini, banyak yang sudah retak. Semua hanya mementingkan uang saja, tanpa melihat hasil pekerjaannya,” ketus Purba.

Tidak jauh berbeda dengan Akim, Reysman Simamora (47) warga Humbahas, yang tengah melintas juga menyampaikan rasa prihatinnya akan kegiatan pengerjaan pelebaran jalan Doloksanggul-Siborongborong (APBN PA1) dengan wilayah Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provsu itu tidak memiliki nomor kontrak, serta volume (panjang dan lebar) tertera di plang proyek.

“Jika semua pekerjaan ini banyak seperti ini, Humbahas ini bukannya maju tapi malah mundur. Kita lihat saja kalau seperti ini semua kualitas pekerjaan, berapa lama bisa bertahan coba? Lantas ketika perbaikan kembali pakai apa? uang juga kan? 31 miliar rupiah itu bukan jumlah sedikit, jangan seenaknya saja lah, ini yang dipakai dari pajak rakyat. Hasilnya harus sama rakyat, bukan sama pemborong atau pemegang kepentingan di dalamnya!” ujar Reysman.
Proyek pelebaran jalan yang rencananya akan dimaksimalkan sebagai jalan protokoler Pemkab Humbahas sebagai prioritas sistem transportasi darat tersebut dimulai dari batas Simpang Bakara, Doloksanggul hingga ke batas Simpang Sileang atau lebih kurang sepanjang 3 Km ruang manfaat jalan (Rumaja) itu, dilakukan pelebaran yang bervariasi. Mulai dari 1,5 Km (Antara Simarsar-Gonting Bulu) sepanjang 18 meter atau mengikuti pembangunan yang berada di Jalan Merdeka, Doloksanggul. Kemudian, dari  Gonting Bulu tersebut hingga batas Simpang Sileang sepanjang 1,5 Km dengan Rumaja  16 meter  dan Pavement (Hotmix) 7 meter.

Pantauan SIB di lapangan, sejumlah pekerja masih melakukan pemasangan paving block trotoar tepat di atas saluran drainase bagi pejalan kaki. Serta ditemukan dinding drainase sebgai pembatas/penahan jalan banyak mengalami retak dan hanya dilakukan sebatas penyisipan dari luar. Sementara kondisi bangunan tembok yang mengalami retak, sudah lumayan besar dan kelihatan berjarak. Selain itu, tampak hasil plesteran dinding, terkesan asal jadi dan tidak merata (bergelombang). (Dik-ERP/h)

Retak: Baru saja diselesaikan, dinding tembok penahan batas jalan serta saluran drainese sudah mengalami retak dan hanya dilakukan penyisipan dari luar. Foto dipetik, Kamis (7/1). (Foto : SIB/Eben Ezer Pakpahan SPd)



Bergelombang: Dinding pembatas/penahan jalan tampak bergelombang yang diduga asal jadi pengerjaannya. Foto dipetik, Kamis (7/1). (Foto : SIB/Eben Ezer Pakpahan SPd)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru