Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 26 Oktober 2026
Kebutuhan Air Persawahan Batukarang Tidak Cukup

Anggota TNI Kodim 0205/TK Turun Mengawasi Pembagian Saluran Air

- Kamis, 14 Januari 2016 20:10 WIB
342 view
Anggota TNI Kodim 0205/TK Turun Mengawasi Pembagian Saluran Air
T Karo (SIB)- Akibat kekurangan debit air dari irigasi Gurukinayan ke wilayah persawahan Batukarang Kecamatan Payung, akan dapat menimbulkan percekcokan antar petani. Anggota TNI dari Koramil Tiganderket terpaksa turun ke lokasi persawahan. Saat ini musim tanam padi di wilayah “Panggung Baru” 15 kelompok tani atau berkisar 600 kepala keluarga sangat membutuhkan air. Penyaluran air irigasi untuk mengaliri sekitar 400 ha dibutuhkan pengawasan, untuk mencegah terjadi saling penyerobotan air.

Kondisi ini disebabkan karena hulu irigasi di Gurukinayan yang berada di wilayah zona merah gunung Sinabung belum total diperbaiki pihak Pemkab Karo.
Sehingga, penanaman padi sawah yang bergilir dilakukan antarwarga “panggung baru” dan “panggung lama” cenderung saling berebutan. Seperti saat ini, warga petani di wilayah “panggung lama” yang semestinya bukan giliran menanam padi sawah, ada sebagian warganya mengikuti warga wilayah “panggung baru” menanam padi berkisar 40 ha. Akibatnya, kalau tidak dijaga pihak TNI bersama Dinas Pertanian terpaksa ikut mengawasi dalam pembagian saluran air dari irigasi di persawahan petani di Batukarang.

“Sampai saat ini memang belum ada hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi antar warga petani “Panggungbaru” dan “panggunglama”.  Sebab, walaupun tidak giliran petani “Panggunglama” menanam, namun ada juga mengikuti musim tanam petani “panggungbaru”, ujar Danramil Tiganderket Kapten Arh Erlaba P, Rabu (13/1).

Camat Payung, Toni Sembiring yang dikonfirmasi di kantornya, Rabu (13/1) mengakui adanya kekurangan debet air untuk musim tanam persawahan Desa Batukarang. Secara tradisi; menanam secara bergiliran memang dari dulu telah dilaksanakan warga antara petani wilayah “Panggunglama” dan “Panggungbaru”. Walaupun demikian ada saja pihak tertentu mengingkarinya sehingga Muspika setempat tetap berusaha melakukan musyawarah agar hal-hal yang tidak kita inginkan tidak terjadi, kata camat.

Irigasi rusak
Hal yang sama juga diungkapkan Camat Tiganderket Hendri Tarigan di kantornya. Akibat banjir lahar dingin yang selama ini terjadi di Sungai Louborus di kaki Gunung Sinabung, hulu irigasi persawahan sekitar 600 ha di bawah jembatan Kite Kambing rusak dan belum dapat diperbaiki.

Katanya, ratusan meter hulu rigasi dari sumber air sungai Lou Borus tertimbun material pasir dan batu sehingga air terbendung masuk. Akibatnya, persawahan wilayah Desa Tanjungmorawa, Jandi Meriah, Tiganderket, Sukatendel dan lainnya tidak dapat ditanami padi sawah. Masyarakat wilayah Kecamatan Tiganderket merotasinya dengan tanaman palawija. Tomat, cabe dan bawang merah.

“Yang pasti masyarakat sangat mengharapkan perbaikan hulu irigasi Tiganderket di bawah jembatan Kite Kambing yang berjarak sekitar 150 meter dari jembatan tersebut,” ujar camat mengharap. (BR2/q)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru