Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 26 Oktober 2026

Tidak Senang Anaknya Dipecat, Kosman Boangmanalu Tanam Pisang di Halaman RSUD Salak

- Kamis, 14 Januari 2016 20:16 WIB
1.065 view
Tidak Senang Anaknya Dipecat, Kosman Boangmanalu Tanam Pisang di Halaman RSUD Salak
SIB/Mukka Berutu
Kesal anaknya dipecat sebagai tenaga kontrak, Kosman Boangmanalu melakukan aksi menanam pohon pisang di halaman RSUD Salak, Rabu (13/1) pagi.
Pakpak Bharat (SIB)- Pemecatan sepihak yang dilakukan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salak terhadap 23 tenaga kontrak sejak awal Desember 2015 lalu berbuntut panjang dan menuai protes dari para korban maupun warga sekitar.

Kosman Boangmanalu (70) warga sekitar, orang tua salah seorang korban pemecatan yang rumahnya persis di samping RSUD, melakukan aksi seorang diri dengan menanami sejumlah pohon pisang disekitar halaman rumah sakit. Aksi ini menjadi pusat perhatian oleh sejumlah pegawai rumah sakit maupun masyarakat sekitar sehingga sejumlah personil dari Polsek Salak turun ke lokasi untuk mengamankan situasi, Rabu (13/1).

Kepada sejumlah wartawan, Kosman mengatakan aksi Tanam pohon pisang dilakukannya karena kesal dengan ulah direktur melakukan pemecatan terhadap anaknya selaku tenaga sekuriti di rumah sakit tersebut.

“Lokasi RSUD ini dulunya milik kami dan sebelum kami serahkan kepada Pemkab Pakpak Bharat ada perjanjian anak saya akan diangkat jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), namun sampai sekarang pengangkatan tidak ada, tenaga kontrakpun dipecat. Kalau begitu bagusan tanah kami satu hektar ini kami tarik kembali dan saya tanami pohon pisang,” sebutnya kesal.

Sejumlah tenaga kontrak korban pemecatan usai melakukan dialog dengan direktur rumah sakit kepada SIB mengatakan, mereka diberhentikan sejak awal Desember 2015 lalu, karena tidak mau mengikuti arahan sang direktur. “Pada saat itu, orang nomor satu di RSUD ini mengajak kami untuk memilih salah satu calon bupati, namun kami tidak mau, mungkin akibat itulah kami diberhentikan,” sebut tenaga kontrak tanpa mau ditulis namanya.

Direktur RSUD Salak Ida Hariati Banurea saat dikonfirmasi usai dialog dengan tenaga kontrak, mengaku memberhentikan 23 tenaga kontrak sesuai mekanisme melalui testing. “Jadi, mereka tidak lulus ya, dengan sendirinya diberhentikan,” sebutnya.

Disinggung adanya arahan yang diberikan untuk memilih salah satu calon bupati dan wakil bupati Pakpak Bharat pada pilkada 9 Desember 2015 lalu, Ida membantahnya. “Tidak ada arahan,” sebutnya.

Di tempat berbeda, Kadis Kesehatan dr Tomas mengaku tidak mengetahui persoalan yang ada di RSUD Salak. RSUD itu sudah semacam SKPD, jadi tidak ada hubungannya dengan Dinas Kesehatan, untuk lebih jelasnya abang tanyak langsung ke Direktur sebut Tomas. (B07/y)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru