Berastagi (SIB)- Pastor Paroki St Fransiskus dari Asisi Berastagi, Kamis (14/1) memberi bantuan beras 750 kg dan uang lauk-pauk Rp 8.950.000 kepada pengungsi erupsi Sinabung asal Desa Mardinding Kecamatan Tiganderket di Berastagi. Bantuan beras dan uang lauk-pauk diberikan atas permintaan warga pengungsi yang mendiami posko “terung peren†di Mardinding melalui Ketua Posko Abdi Kacaribu.
Pastor Paroki, P Moses Elias Situmorang OFMCap kepada SIB, Sabtu (16/1) di Berastagi mengatakan, pemberian bantuan beras dan lauk-pauk terkait kedatangan sejumlah warga dan ketua posko ke Paroki di Berastagi, yang menyebut, mereka terancam kelaparan akibat minimnya bantuan beras dari Dinas Sosial Pemkab Karo maupun bantuan lainnya dari BPBD Karo. Selama ini Paroki Tiganderket melalui Pastor Liberius Sihombing OFMCap memberikan perhatian kepada pengungsi erupsi Sinabung. Tapi Paroki di Tiganderket sudah kewalahan memberikan bantuan, sehingga warga pengungsi ini datang ke Paroki Berastagi, jelas Pastor Moses. Bantuan beras dan bantuan dana lauk-pauk ini berasal dari Kongregasi suster FCH Palembang dan bantuan lainnya dari paroki, tambah pastor.
Ketua Posko “Terung Perenâ€, Abdi Kacaribu, warga pengungsi asal Desa Mardinding dikonfirmasi SIB, Sabtu (16/1) di Berastagi, membenarkan bantuan beras dan dana dari Paroki Berastagi atas permintaan warga pengungsi. Sebanyak 267 kepala keluarga (kk) warga Desa Mardinding Kec Tiganderket di posko "Terung Peren" terancam kelaparan akibat belum ada bahan logistik beras masuk ke posko. Dinas Sosial yang selama ini memberikan beras untuk pengungsi, sampai Kamis (14/1) belum ada masuk. Pihaknya sendiri sudah mengecek ke posko utama BPBD di Kabanjahe maupun ke Dinas Sosial di Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, tapi disebutkan beras belum ada.
“Itulah alasan kami meminta bantuan beras kepada pastor di Paroki Berastagi. Syukurlah. Beras dan dana lauk-pauk diberikan pastor sehingga warga Desa Mardinding di pengungsian dapat makan untuk beberapa hari ini,†jelas Abdi.
Disinggung tentang situasi anak-anak sekolah asal desa ini, disebutkan bahwa 84 siswa SD sekolah ke Desa Jandi Meriah dan 64 siswa SMP ke Tiganderket dan 56 siswa SMA sekolah ke SMAN Tiganderket, tambah Abdi.
Bupati Karo Terkelin Brahmana SH yang dikonfirmasi SIB via telepon selulernya, Minggu (17/1) perihal kondisi warga pengungsi asal Desa Mardinding di posko “terung peren†terancam makan karena ketiadaan beras dari Dinas Sosial, mengaku kaget. Sebab, sebelum ke Jakarta karena panggilan menteri mengenai penanganan pengungsi, Selasa, telah ditanda tangani untuk pengambilan beras dan kebutuhan lainnya untuk pengungsi. “Besok, Senin akan saya panggil dinas terkait, kenapa hal ketiadaan beras ini sempat terjadi dan kenapa tidak cepat ditangani,†jelas bupati.
(BR2/q)