Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 28 Juni 2026

Cory Sebayang Blusukan, Keluarga Korban Siswa SD Pengungsi Sinabung Keluhkan Pelayanan RSU Kabanjahe

- Jumat, 05 Februari 2016 15:49 WIB
1.048 view
Cory Sebayang Blusukan, Keluarga Korban Siswa SD Pengungsi Sinabung Keluhkan Pelayanan RSU Kabanjahe
SIB/Sonry Purba
Cory Sebayang bersama rombongan pada saat blusukan ke RSU Kabanjahe.
Tanah Karo (SIB)- Keluarga korban musibah dump truck pengangkut puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) pengungsi erupsi Gunung Sinabung terperosok ke jurang pada  Selasa (2/2), mengeluhkan pelayanan RSU Kabanjahe milik Pemkab Karo itu.

Pasalnya keluarga korban yang tidak memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) sebagai kartu tanda peserta BPJS Kesehatan, dikutip pembayaran administrasi pada saat menebus obat di apotik RSU Kabanjahe. 

Keluhan itu disampaikan Tertib Sitepu yang keponakannya Nabila br Ginting dirawat di RSU Kabanjahe, saat salah satu tokoh masyarakat Karo yang juga Wakil Bupati Karo terpilih Coory Sebayang  blusukan ke RSU Kabanjahe, Kamis (4/2). Ia didampingi  Ketua Fraksi Demokrat Djidin Ginting dan Sekjen Majelis Permusyawaratan Rakyat Karo (MPRK) Roy Fahraby Ginting  turut juga Lloyd Reynold Ginting (35) warga Kabanjahe bersama rombongan lainnya.

Menurut Sitepu, pihak RSU Kabanjahe meminta KIS dari orang tua Nabila Ginting untuk melengkapi administrasi  untuk menebus obat  “Kami tidak memiliki KIS sehingga oknum RSU meminta sejumlah uang administrasi untuk menebus obat,” katanya di hadapan Corry Sebayang.

Ia meminta kepada pihak RSU Kabanjahe mengutamakan kemanusiaan demi menyelamatkan nyawa bukan semata-mata kelengkapan administrasi. Atas keluhan itu, Corry Sebayang meminta kepada pihak RSU agar mengutamakan kemanusiaan kepada pasien tanpa mengesampingkan kelengkapan administrasi. “Kesehatan pasien harus diutamakan terlebih dahulu,” katanya.

Tertib Sitepu mengatakan para pengungsi warga asal Desa  Simacem pada Desember 2015 ada kesepakatan antara warga dengan Pemkab Karo bahwa proses belajar mengajar diadakan di Siosar dan juga pelayanan kesehatan dilaksanakan di Siosar. “Kenyataan anak kami disuruh belajar ke Kuta Mbelin tanpa ada konfirmasi ke kami dan di tengah jalan diberitahukan pada  pengungsi bahwa tak layak belajar di tenda-tenda di Siosar atas,” katanya.

Karena itu, ia  meminta kepada  Pemkab Karo agar dibangun sekolah di Siosar. “Jadi kalau dibangun sekolah di Siosar tentu nyaman bagi anak-anak dan orang tua tidak khawatir lagi menunggu kehadiran anak-anaknya di rumah.  Bukan seperti selama ini biasanya para pelajar dijemput pihak BPBD setiap sore,” katanya.

Atas masukan dari pihak keluarga korban, Corry Sebayang mengatakan dirinya akan mengajukan kepada Pemkab Karo agar dibangun sekolah  di relokasi Siosar. “Minimal ada sekolah di Siosar untuk melayani proses belajar mengajar,” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua Fraksi Demokrat Djidin Ginting mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti atas laporan itu dan disampaikan ke Bupati Karo.

Direktur RSU Kabanjahe dr Arjuna Bangun menampik ada pengutipan administrasi pembayaran kepada pasien yang tidak memiliki kartu KIS. “Seluruh pembayaran perobatan telah ditampung dalam APBD Karo TA 2016 bagi pasien pengungsi Sinabung,” katanya.

Selanjutnya Corry Sebayang dan Ketua Fraksi Demokrat Djidin Ginting dan Sekretaris MPRK Roy Fahraby Ginting  mengunjungi rumah duka atas korban meninggal dunia Chairunisa Br Ginting di Siosar. Corry Sebayang mengucapakan turut belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Chairunisa br Ginting siswa kelas  5 SD Simacem Bekerah yang bersekolah di SD Kuta Mbelin. “Semoga  orang tua dan keluarga tabah,” katanya. (B01/l)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru