Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 28 Juni 2026

Tim Investigasi Telusuri Hulu Sungai Bahorok, 5 Titik Tumpukan Kayu Ditemukan

- Jumat, 05 Februari 2016 15:52 WIB
452 view
Tim Investigasi Telusuri Hulu Sungai Bahorok, 5 Titik Tumpukan Kayu Ditemukan
Langkat (SIB)- Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Gunung Leuser (SPTN) Wilayah V Kecamatan Bahorok Paber Turnip mengaku, sesuai hasil investigasi yang menyusuri hulu Sungai Bahorok tidak ada ditemukan bendungan atau waduk seperti yang dikawatirkan masyarakat khususnya pelaku wisata Bukit Lawang.

“Tim menelusuri Sungai Bahorok dan menemukan 4 hingga 5 titik tumpukan kayu di alur tebing dengan total luas keseluruhan mencapai sekitar 2 Ha,” sebut Paber Turnif yang dikonfrmasi wartawan SIB via telepon selularnya, Selasa (2/2). Diakuinya, kayu-kayu yang menumpuk di sejumlah titik alur tebing akibat wilayah tebing yang tergerus hujan dan bukan karena perambahan hutan.

Turnip mengaku akan melaporkan kondisi lapangan di hulu sungai tersebut kepada Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser sebagai bentuk tanggung jawab moral, sebutnya. Menurutnya, keberangkatan Tim Investigasi ke hulu Sungai Bahorok berawal dari laporan pemandu wisata (guide) yang menyusuri lokasi saat membawa wisatawan dan menyebut adanya bendungan atau waduk yang dikhawatirkan bila hujan dapat mengancam keselamatan di hilir Sungai Bahorok. Untuk membuktikan dan mengantisipasi hal tidak diingini, atas inisitiaf TNGL, HPI dan masyarakat akhirnya menyusuri perbukitan TNGL yang berjarak dari Bukit Lawang berkisar 12 sampai 15 Km dengan waktu 5 hari sejak 25 – 31 Januari lalu.

Namun sesuai laporan tidak ada waduk seperti yang diisukan di masyarakat. Sementara itu, Ketua HPI Langkat Bahagia Ginting menyebutkan sesuai hasil laporan Tim Investigasi ke hulu Sungai Bahorok tidak ada ditemukan waduk dan hanya terdapat tumpukan gelondongan kayu yang tumbang tergerus air. Selanjutnya temua itu nantinya akan dilaporkan kepada Muspika, termasuk kemungkinan upaya penanggulangannya, sebutnya.(B-03/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru