Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 28 Juni 2026
Bersepeda Kelilingi Indonesia

Josef Situmorang Bersama Kedua Cucunya Ingin Tancapkan Bendera Merah Putih di Sabang dan Papua

- Minggu, 07 Februari 2016 13:50 WIB
439 view
Josef Situmorang Bersama Kedua Cucunya Ingin Tancapkan Bendera Merah Putih di Sabang dan Papua
SIB/Eben Ezer Pakpahan SPd
BERBINCANG: Yosef Situmorang (tengah) yang ditemani kedua cucunya saat tiba di sekitar persimpangan jalan Bakara, Kota Doloksanggul, Senin (1/2) sore, berbincang sejenak kepada wartawan sebelum melanjutkan perjalanan bersepeda menuju Sabang.
Humbahas (SIB)- Yosef Situmorang (66) pria asal Pekanbaru, Riau, yang bersepeda mengelilingi Indonesia sejak tahun 2002 lalu, tiba di Kabupaten Humbang Hasundutan, Senin (1/2) sore bersama kedua cucunya, Ahmad (20) dan Gozi (26).

Kepada SIB, saat dihampiri di persimpangan jalan Bakara, Kota Doloksanggul, mereka mengaku beberapa provinsi/ kabupaten/kota di Indonesia yang sebelumnya sudah dijalani dengan bersepeda tidak dihitung lagi jumlahnya, namun rute kali ini perjalanan mereka dimulai dari Payakumbuh (Sumbar) menuju titik 0 kilometer Indonesia (Sabang) untuk menancapkan bendera merah putih sebagai pertanda pihaknya sudah pernah memijakkan kaki di bagian ujung barat Negara Indonesia.

“Kalau daerah di Indonesia tidak saya hitung jumlahnya berapa yang sudah dilewati. Namun, kali ini perjalanan kita dimulai dari Payakumbuh menuju Sabang, hanya untuk menancapkan bendera merah putih di sana. Dan jika ini tercapai, kita juga sudah merencanakan perjalanan lainnya menuju Papua juga dengan bersepeda, melakukan hal yang sama,” terang Yosef.

Untuk rute kali ini, disampaikan Yosef akan dilakukan selama sebulan penuh terhitung sejak tanggal 18 Januari lalu, dengan rute Payukumbu-SibolgaNias-Barus-Humbahas-TeleSamosir hingga menuju Sabang, Selasa (2/2) kami melewati Samosir via Tele, sekalian mengunjungi kampung kelahiran saya di sana mengenalkan sama kedua cucu saya ini.

Baru kembali melanjutkan perjalanan menuju Sabang,” ucapnya. Untuk rintangan selama perjalanan, mereka mengaku belum ada. “Puji Tuhan, rintangan tidak ada. kita berusaha menjalin persahabatan dengan penduduk sekitar.

Contohnya saat melewati daerah Nias, dengan mengucapkan salam ‘Jahobu’ ternyata mereka disana menyambut ‘Jahobu’ juga, begitu juga di Toba, kita ucapkan ‘Horas’ masyarakat juga balik mengucapkan,” sebut Yosef. Disinggung mengenai biaya perjalanan, Ahmad cucu Yosef, mahasiswa di Universitas Imam Bonjol, Padang itu mengaku menggunakan dana pribadi dan tidak terikat dengan komunitas manapun maupun dari pemerintahan. “Ini murni dari saku kita sendiri, karena memang hobi kita, jadi sebelum berjalan, dipersiapkan apa saja kebutuhan nantinya. Yah, sekaligus mengenalkan budaya bersepeda ini, kepada masyarakat yang memperhatikan kami di sepanjang perjalanan,” kata Ahmad. (Dik-ERP/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru