Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 11 Februari 2026

Polisi Selidiki Tewasnya Bocah SD di Waterpark Tamora Indah

- Sabtu, 28 Mei 2016 11:39 WIB
670 view
Polisi Selidiki Tewasnya Bocah SD di Waterpark Tamora Indah
Tanjungmorawa (SIB)- Pihak Polsek Patumbak tengah melakukan penyelidikan terkait tewasnya Setia Ulina beru  Sembiring, bocah SD asal Tigajumpa, yang tersedot mesin pompa air di Waterpark Tamora Indah, Tanjungmorawa, Kamis (26/6).

"Kita lakukan penyelidikan  tewasnya seorang bocah akibat tersedot mesin pompa air di Waterpark Tamora Indah dan terus kita dalami," sebut Kanit Reskrim Polsek Patumbak, AKP Ferry Kusnadi SH, Jumat (27/5).

Saat ini,  Ferry mengaku pihaknya telah memeriksa 4 saksi terkait peristiwa kecelakaan tersebut. Namun untuk pengusaha kolam renang itu sendiri dia mengaku belum  melakukan pemeriksaan. "Sementara ini 4 saksi sudah kita periksa. Untuk pengusaha secepatnya kita akan periksa," sebut Ferry.

Terpisah, pengusaha Tamora Indah, Asiong saat dikonfirmasi wartawan,  mengaku telah tanggungjawab terhadap keluarga korban dengan menanggung semua biaya visum di rumah sakit hingga  biaya pengebumian korban. "Menurut saya itu musibah, siapa yang mau musibah itu terjadi. Secara kemanusiaan kita sudah lakukan sebaik mungkin," katanya singkat dari seberang telepon selularnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, acara perpisahan yang digelar SD Negeri 040517 Kabupaten Karo di Waterpark Tamora Indah ini menelan korban jiwa.  Setia Ulina br Sembiring (12), warga Jalan Tigajumpa, Tanah Karo, tewas akibat tersedot pompa air saat tengah asyik bermain air di dalam kolam tersebut, Kamis (26/6) sekira jam 13.00 WIB.

Ketua rombongan, Sadarih boru Karo (53) saat itu menuturkan insiden yang menelan korban jiwa itu berlangsung begitu cepat. "Saat itu korban dan teman-temannya tengah asyik bermain air. Tak berapa lama kemudian terdengar jeritan minta tolong. Mendengar suara minta tolong, kami pun berusaha menarik korban yang sudah tersedot pompa air," ucap Sadarih.

Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya dan guru-guru lainnya dengan susah payah sempat menarik korban.

Meski berhasil ditarik dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Sejati, Jalan AH Nasution Medan, di perjalanan korban menghembuskan nafas terakhir.(Dik-1/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru